@phdthesis{repounp42460, month = {December}, school = {Universitas Negeri Padang}, year = {2018}, title = {Pengujian Performance Simulator Air Conditioner dengan Sistem Penggerak Mesin Sepeda Motor Kharisma 125CC}, author = {Pratama, Rhanji Arris}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42460/}, abstract = {Prinsip dasar Pengkondisian udara disebut juga dengan sistem refrigerasi adalah proses penyerapan panas dan pelepasan panas dengan menggunakan suatu zat yang mudah memindahkan kalor disebut dengan refrigerant, yang bertujuan untuk mengatur temperatur, kelembaban, kebersihan dan pendistribusiannya secara serentak menciptakan kondisi yang nyaman didalam ruangan, oleh karena itu diperlukan Air Conditioner yang mampu memberikan performa yang optimal dapat diketahui dari koefisien prestasinya. Refrigerant HFC-134a merupakan refrigerant sintetik yang paling banyak digunakan pada sistem Air Conditioner mobil yang diindikasikan ramah lingkungan, tidak merusak lapisan ozon, dan relative stabil. Untuk mengetahui kerja dari sistem refrigerasi dapat dilihat dari nilai COP pada sistem refrigerasi tersebut. Tujuan dari Pengujian ini adalah menghitung dan membandingkan COP Air Conditioner yang menggunakan refrigerant HFC-134a dibandingkan dengan COP ideal Air Conditioner dalam PH Diagram refrigerant HFC-134a. Pengujian ini dilakukan di Workshop Jurusan Teknik Otomotif Universitas Negeri Padang. Pengujian ini dilakukan pada Empat titik Pengujian pada setiap titik temperatur dilengkapi dengan sensor dan tekanan pada simulator AC. Pengambilan data temperatur dan tekanan dilakukan sebanyak tiga kali pada masing-masing putaran kompresor (1500 RPM, 1700 RPM, 1900 RPM, 2100 RPM dan 2300 RPM) kemudian diambil rata-ratanya. Untuk nilai COP Air Conditioner perlu diketahui dulu enthalpy nya. Enthalpy refrigerant diketahui berdasarkan temperatur dan tekanan dari tabel apendik properti HFC-134a. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan yaitu: menghitung dan membandingkan COP Air Conditioner yang menggunakan refrigerant HFC-134a dibandingkan dengan COP ideal Air Conditioner dalam PH Diagram refrigerant HFC-134a, bahwa hasil data tersebut kurang efisien, yang disebabkan oleh beberapa faktor dalam kinerjanya dan COP Air Conditioner merupakan besaran tanpa dimensi, dimana COP yang tinggi sangat diharapkan karena hal tersebut menunjukkan bahwa sejumlah kerja yang tertentu pada efek refrigerasi hanya memerlukan sejumlah kecil kerja, yang artinya semakin besar nilai Efek Refrigerasi (??) maka semakin baik kinerja sistem refrigerasi tersebut pada COP Air Conditioner mobil.}, keywords = {Air Conditioner, Refrigerant, HFC-134a, Coefficient of Performance} }