<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Kontribusi Pembuatan Keputusan dan Motivasi Berprestasi terhadap Budaya Kerja Guru SMA Negeri Kabupaten Tapanuli&#13;
Selatan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nismalawati</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ritonga</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Berdasarkan pra survey di lapangan tergambar bahwa budaya kerja guru&#13;
SMA Negeri masih rendah. Ini terlihat dari sikap yang ditunjukkan guru dalam&#13;
melaksanakan tugasnya seperti kurangnya kesungguhan guru dalam melaksanakan&#13;
tugas dan tanggung jawabnya. Hal ini dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap&#13;
pencapaian tujuan pembelajaran dan pada akhirnya pada tujuan pendidikan.&#13;
Selanjutnya, peneliti menduga bahwa pembuatan keputusan dan Motivasi&#13;
berprestasi mempengaruhi budaya kerja guru SMA Negeri Kabupaten Tapanuli&#13;
Selatan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menguji kebenarannya.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kontribusi pembuatan keputusan dan&#13;
motivasi berprestasi terhadap budaya kerja guru SMA Negeri Kabupaten Tapanuli&#13;
Selatan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) Pembuatan&#13;
keputusan berkontribusi terhadap budaya kerja guru, (2) Motivasi berprestasi&#13;
berkontribusi terhadap budaya kerja guru, (3) Pembuatan keputusan dan motivasi&#13;
berprestasi secara bersama-sama berkontribusi terhadap budaya kerja guru.&#13;
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMA Negeri Kabupaten&#13;
Tapanuli Selatan yang berjumlah 223 orang. Sampel penelitian berjumlah 78&#13;
orang yang diambil dengan teknik Stratified Proportional Random Sampling,&#13;
dengan mempertimbangkan strata tingkat pendidikan dan masa kerja. Instrumen&#13;
penelitian yang digunakan adalah angket model Skala Likert yang telah teruji&#13;
validitas dan reliabilitasnya. Data penelitian dianalisis dengan teknik korelasi dan&#13;
regresi.&#13;
Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Pembuatan keputusan&#13;
berkontribusi terhadap budaya kerja guru sebesar 13,1%, (2) Motivasi berprestasi&#13;
berkontribusi terhadap budaya kerja guru sebesar 16,9%,(3) Pembuatan keputusan&#13;
dan motivasi berprestasi secara bersama-sama berkontribusi terhadap budaya&#13;
kerja guru sebesar 25,1%. Selanjutnya hasil analisis deskriptif mengungkap bahwa&#13;
budaya kerja, pembuatan keputusan, dan motivasi berprestasi guru masih berada&#13;
pada kategori cukup dengan tingkat ketercapaian skor masing-masingnya sebesar&#13;
70,72%, 78,45%, dan 74,95%% dari skor ideal.&#13;
Temuan di atas mengimplikasikan bahwa pembuatan keputusan dan&#13;
motivasi berprestasi adalah dua faktor yang memiliki pengaruh terhadap budaya&#13;
kerja guru, akan tetapi masih banyak faktor lain yang ikut berpengaruh terhadap&#13;
budaya kerja guru yang tidak dikaji dalam penelitian ini.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">LC Special aspects of education</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2014</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Administrasi Pendidikan PPS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>