@phdthesis{repounp42324, school = {Universitas Negeri Padang}, year = {2012}, title = {Analisis Spasial Pola Persebaran Permukiman di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang}, author = {Simarmata, Nirmawana}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42324/}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola persebaran permukiman, mengetahui pola persebaran permukiman berdasarkan kemiringan lereng, serta mengetahui kepadatan permukiman di Kecamatan Koto Tangah. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan objek penelitian yaitu Kecamatan Koto Tangah yang terdiri dari 13 Kelurahan. Bahan yang digunakan Peta Topografi Kota Padang 1 : 50.000, Peta Penggunaan Lahan 1 : 50.000, Citra Ikonos Kota Padang tahun 2007, Peta Persebaran Permukiman dan peta Kepadatan Permukiman. Untuk menganalisis pola persebaran permukiman dengan menggunakan software ArcGis 9.3 yaitu tool average nearest neighbour sedangkan untuk menganaisis kepadatan permukiman menggunakan Software ArcView 3.3 yaitu tool calculate density. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pola persebaran permukiman di Kecamatan Koto Tangah adalah mengelompok (clustered). Pola persebaran permukiman yang dianalisis berdasarkan masing-masing Kelurahan ditemukan bahwa 70\% Kelurahan yang ada di Kecamatan Koto Tangah memiliki pola persebaran permukiman mengelompok (clustered) yaitu Kelurahan Aie Pacah, Balai Gadang, Bungo Pasang, Batang Kabung Ganting, Batipuh Panjang, Koto Panjang Ikur Koto, Koto Pulai, Lubuk Minturun, Padang Sarai dan Pasie Nan Tigo. Pola persebaran permukiman acak (random) yaitu Kelurahan Lubuk Buaya, Parupuk Tabing dan Dadok Tunggul Hitam. Pola persebaran permukiman berdasarkan kemiringan lereng ditemukan bahwa pola persebaran permukiman mengelompok didominasi oleh karakteristik lereng yang datar sampai curam. Pola persebaran permukiman acak (random) umumnya terletak di lereng yang relatif datar. Kepadatan permukiman dianalsis dengan menggunakan analisis spasial kepadatan kernel (spatial analysis density kernel) ditemukan bahwa Kelurahan yang memiliki tingkat kepadatan permukiman yang tergolong tinggi yaitu berada pada kelurahan yang dekat dengan jalan utama aksesibilitas lancar. Kepadatan permukiman yang tergolong sedang terletak di Kelurahan yang tidak begitu dekat dengan jalan utama. Kelurahan yang memiliki tingkat kepadatan yang rendah berada pada masing-masing kelurahan yang jauh dengan jalan utama dan aksesibilitas kurang lancar}, keywords = {ANALISIS SPASIAL POLA PERSEBARAN PERMUKIMAN} }