TY - THES AV - public UR - https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42272/ A1 - Samran, Muhammad Novaralino ID - repounp42272 Y1 - 2022/10// N2 - Penilitian ini bertujuan (1)untuk memetakan persebaran titik hotspot kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pasaman Barat. (2)untuk memetakan persebaran titik hotspot kebakaran hutan dan lahan di kawasan penggunaan lahan Kabupaten Pasaman Barat (3)untuk memetakan persebaran titik hotspot kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan Kabupaten Pasaman Barat dan (4)untuk mengetahui faktor penyebab adanya titik hotspot yang terjadi setiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian terapan sederhana dengan pengambilan data dari sekunder yaitu mengambil data persebaran titik hotspot di Dinas Kehutanan Sumatera Barat. Hasil dari penilitian ini adalah 3 jenis peta persebaran titik hotspot yaitu peta persebaran titik hotspot di Wilayah Kabupaten Pasaman Barat dari tahun 2017 sampai tahun 2021 terdapat 31 titik hotspot. Pada tahun 2017 terdapat 7 titik hotpsot yang tersebar di Kabupaten Pasaman Barat, pada tahun 2018 terdapat 7 persebaran titik hotspot, pada tahun 2019 terdapat 5 persebaran titik hotspot, pada tahun 2020 terdapat 5 persebaran titik hotspot dan pada tahun 2021 terdapat 7 persebaran titik hotspot. Jenis peta persebaran titik hotpot pertama yaitu Peta Persebaran Titik Hotpsot Kabupaten Pasaman Barat dimana wilayah terbanyak terdapat titik hotspot adalah di Kecamatan Sungai Beremas sebanyak 20 titik, Kecamatan Ranah Batahan sebanyak 2 titik, Kecamatan Kota Balingka sebanyak 2 titik, Kecamatan Talamau 2 titik, Kecamatan Sungai Aur, Gunung Tuleh, Pasaman, dan Kinali sebanyak 1 titik. Jenis peta yang kedua yaitu Peta persebaran titik hotspot di wilayah penggunaan lahan Kabupaten Pasman Barat dari tahun 2017 sampai tahun 2021 terdapat 31 titik hotspot dimana kawasan penggunaan lahan titik hotspot terbanyaknya terdapat di kawasan penggunaan lahan semak belukar sebanyak 12 titik hotspot, penggunaan hutan rawa/gambut sebanyak 5 titik hotspot, penggunaan lahan perkebunan dengan tanaman berkayu keras sebanyak 8 titik hotspot, penggunaan lahan hutan lahan tinggi 4 titik hotspot dan lahan terbuka alami lain sebanyak 2 titik hotspot, sistem klasifikasi yang dipakai dalam penilitian ini adalah klasifikasi menurut Standar Nasional Indonesia(2014) terdapat 9 kelas klasifikasi penggunaan lahan yaitu Hutan Mangrove, Hutan Rawa/Gambut, Hutan Lahan Rendah, Permukiman, Lahan Terbuka Alami Lain, Semak Belukar, Perkebunan dengan Tanaman Kayu Keras, Hutan Lahan Tinggi dan Tubuh Air. Dan peta jenis persebaran titik hotspot yang ketiga adalah Peta persebaran titik hotspot di wilayah kawasan hutan di Kabupaten Pasaman barat dari tahun 2017 sampai tahun 2021 terdapat 31 titik M1 - diploma PB - Universitas Negeri padang KW - PEMETAAN PERSEBARAN TITIK HOTSPOT KEBAKARAN HUTAN TI - Pemetaan Persebaran Titik Hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Pasaman Barat ER -