<mets:mets xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" OBJID="eprint_42272" LABEL="Eprints Item" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-05-19T21:13:55Z"><mets:agent TYPE="ORGANIZATION" ROLE="CUSTODIAN"><mets:name>Repository Universitas Negeri Padang</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_42272_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Pemetaan Persebaran Titik Hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Pasaman Barat</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad Novaralino</mods:namePart><mods:namePart type="family">Samran</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penilitian ini bertujuan (1)untuk memetakan persebaran titik hotspot kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pasaman Barat. (2)untuk memetakan persebaran titik hotspot kebakaran hutan dan lahan di kawasan penggunaan lahan Kabupaten Pasaman Barat (3)untuk memetakan persebaran titik hotspot kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan Kabupaten Pasaman Barat dan (4)untuk mengetahui faktor penyebab adanya titik hotspot yang terjadi setiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian terapan sederhana dengan pengambilan data dari sekunder yaitu mengambil data persebaran titik hotspot di Dinas Kehutanan Sumatera Barat. Hasil dari penilitian ini adalah 3 jenis peta persebaran titik hotspot yaitu peta persebaran titik hotspot di Wilayah Kabupaten Pasaman Barat dari tahun 2017 sampai tahun 2021 terdapat 31 titik hotspot. Pada tahun 2017 terdapat 7 titik hotpsot yang tersebar di Kabupaten Pasaman Barat, pada tahun 2018 terdapat 7 persebaran titik hotspot, pada tahun 2019 terdapat 5 persebaran titik hotspot, pada tahun 2020 terdapat 5 persebaran titik hotspot dan pada tahun 2021 terdapat 7 persebaran titik hotspot. Jenis peta persebaran titik hotpot pertama yaitu Peta Persebaran Titik Hotpsot Kabupaten Pasaman Barat dimana wilayah terbanyak terdapat titik hotspot adalah di Kecamatan Sungai Beremas sebanyak 20 titik, Kecamatan Ranah Batahan sebanyak 2 titik, Kecamatan Kota Balingka sebanyak 2 titik, Kecamatan Talamau 2 titik, Kecamatan Sungai Aur, Gunung Tuleh, Pasaman, dan Kinali sebanyak 1 titik. Jenis peta yang kedua yaitu Peta persebaran titik hotspot di wilayah penggunaan lahan Kabupaten Pasman Barat dari tahun 2017 sampai tahun 2021 terdapat 31 titik hotspot dimana kawasan penggunaan lahan titik hotspot terbanyaknya terdapat di kawasan penggunaan lahan semak belukar sebanyak 12 titik hotspot, penggunaan hutan rawa/gambut sebanyak 5 titik hotspot, penggunaan lahan perkebunan dengan tanaman berkayu keras sebanyak 8 titik hotspot, penggunaan lahan hutan lahan tinggi 4 titik hotspot dan lahan terbuka alami lain sebanyak 2 titik hotspot, sistem klasifikasi yang dipakai dalam penilitian ini adalah klasifikasi menurut Standar Nasional Indonesia(2014) terdapat 9 kelas klasifikasi penggunaan lahan yaitu Hutan Mangrove, Hutan Rawa/Gambut, Hutan Lahan Rendah, Permukiman, Lahan Terbuka Alami Lain, Semak Belukar, Perkebunan dengan Tanaman Kayu Keras, Hutan Lahan Tinggi dan Tubuh Air. Dan peta jenis persebaran titik hotspot yang ketiga adalah Peta persebaran titik hotspot di wilayah kawasan hutan di Kabupaten Pasaman barat dari tahun 2017 sampai tahun 2021 terdapat 31 titik</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">G Geography (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2022-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;Geografi FIS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_42272"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_42272_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repository Universitas Negeri Padang the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repository Universitas Negeri Padang does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repository Universitas Negeri Padang is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file OWNERID="https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42272/1/final_B1_06_Muhammad_Novaralino_Samran_18331058_2148_2023.pdf" ID="eprint_42272_84606_1" SIZE="2560247" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:href="https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42272/1/final_B1_06_Muhammad_Novaralino_Samran_18331058_2148_2023.pdf" xlink:type="simple"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div ADMID="TMD_eprint_42272" DMDID="DMD_eprint_42272_mods"><mets:fptr FILEID="eprint_42272_document_84606_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>