<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pemetaan Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi&#13;
Berdasarkan Indikator Kemiskinan Tahun 2020&#13;
Menggunakan Analisis Biplot</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Maharani Salsabila</mods:namePart><mods:namePart type="family">Haya</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kemiskinan adalah masalah utama dalam sosial ekonomi di Indonesia.&#13;
Salah satu provinsi yang perlu diperhatikan untuk penanggulangan kemiskinan&#13;
yaitu Provinsi Jambi. Provinsi Jambi terdiri dari 11 Kabupaten/Kota yang&#13;
memiliki keadaan geografis yang berbeda-beda sehingga keadaan masyarakat di&#13;
setiap daerahnya juga berbeda. Perbedaan ini mengakibatkan indikator&#13;
kemiskinan yang tidak merata di setiap Kabupaten/Kota Provinsi Jambi.&#13;
Kabupaten Tanjung Jabung Timur memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di&#13;
bandingkan kabupaten/kota lainnya. Tujuan penelitian ini adalah&#13;
mengelompokkan Kabupaten/Kota berdasarkan indikator kemiskinan untuk&#13;
melihat indikator yang mencirikan masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi&#13;
Jambi.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian terapan. Data yang digunakan&#13;
merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi&#13;
Jambi dengan menggunakan analisis biplot. Variabel dalam penelitian ini yaitu&#13;
luas lantai (X1), jenis lantai (X2), jenis dinding (X3), kepemilikan fasilitas jamban&#13;
(X4), sumber penerangan rumah tangga (X5), sumber air minum (X6), bahan bakar&#13;
yang digunakan untuk memasak (X7), kesanggupan dalam berobat (X8), serta&#13;
penduduk yang tidak memiliki ijazah/hanya memiliki ijazah SD (X9).&#13;
Hasil penelitian dengan menggunakan analisis biplot diperoleh informasi&#13;
bahwa terdapat lima kelompok daerah yang memiliki indikator kemiskinan yang&#13;
berbeda. Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Muaro&#13;
Jambi, Kabupaten Tebo, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Kabupaten&#13;
Tanjung Jabung Barat memiliki tingkat kemiskinan paling tinggi yang dicirikan&#13;
oleh jenis lantai, jenis dinding, sumber penerangan rumah tangga, dan penduduk&#13;
yang tidak memiliki ijazah/hanya memiliki ijazah SD. Indikator kemiskinan&#13;
sumber air minum memiliki hubungan yang erat dengan penduduk yang tidak&#13;
memiliki/hanya memiliki ijazah SD.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">HA Statistics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2022-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;D.III Statistika FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>