<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengembangan Objek Wisata Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka ManinjauKecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Mauludi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Amna</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui strategi apa&#13;
saja yang bisa dilakukan dalam pengembangan objek wisata Museum Rumah&#13;
Kelahiran Buya Hamka Maninjau Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam&#13;
dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimilki objek&#13;
wisata Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Maninjau Kecamatan Tanjung Raya&#13;
Kabupaten Agam. Penelitian ini juga melihat serta membahas perjalanan&#13;
kepariwisataan secara menyeluruh berdasarkan komponen pariwisata yang&#13;
mempengaruhinya. Komponen pariwisata dibagi atas dua faktor, yaitu kompnen&#13;
sediaan (supply) dari pariwisata dan komponen permintaan (demand) dari pariwisata.&#13;
Dalam pengembangan pariwisata terdapat sistem keterkaitan antara komponen&#13;
sediaan pariwisata dan komponen permintaan dalam hal ini pengunjung ataupun&#13;
wisatawan domestik maupun mancanegara. Menurut Direktorat Jendral Pariwisata&#13;
Republik Indonesia menyebutkan berkembangnya pariwisata sangat tergantung pada&#13;
empat faktor yaitu: 1) attractions (daya tarik), 2) amenities (fasilitas), 3) aksesibilitas,&#13;
4) tourist organization. Sedangkan komponen permintaan yaitu: 1) wisatawan&#13;
(pengunjung), 2) masyarakat setempat.&#13;
Jenis penelitian ini digolongkan pada penelitian deskriptif kualitatif, dengan&#13;
menggunakan metode analisis SWOT terhadap keseluruhan faktor dalam tiap fungsi&#13;
yang tergolong internal maupun eksternal. Jenis data yang digunakan adalah data&#13;
primer yaitu, data yang diambil melalui observasi, wawancara, buku tamu dan&#13;
dokumentasi. Dan data sekunder, yaitu data yang diambil dari instansi-instansi&#13;
terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, strategi yang dapat dilakukan untuk&#13;
pengembangan Objek Wisata Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Maninjau&#13;
Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam antara lain adalah: 1) Pemerintah&#13;
setempat dan juga pengelola museum bekerja sama dalam menyelenggarakan&#13;
seminar-seminar kebudayaan dan pariwisata disetiap tempat guna untuk&#13;
mempromosikan objek wisata Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka&#13;
2) Pemerintah setempat hendaknya menyegerakan memberlakukan UU no. 11 tentang&#13;
pelestarian cagar budaya, 3) Pemerintah setempat hendaknya memprioritaskan&#13;
membangun aspek-aspek pendukung pengembangan objek wisata Museum Rumah&#13;
Kelahiran Buya Hamka, 4) Pemerintah setempat hendaknya meningkatkan,&#13;
melengkapi dan memperbaiki fasilitas, sarana dan prasarana kepariwisataan, dan&#13;
5) Pemerintah setempat dituntut lebih gencar lagi untuk mengadakan atraksi-atraksi&#13;
kesenian dan budaya yang merupakan ciri khas daerah setempat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">G Geography</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2014-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Geografi FIS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>