%D 2016 %T Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pasangan Usia Subur untuk Tidak Mengikuti Program Keluarga Berencana di Kota Padang Menggunakan Analisis Regresi Probit %A Widya Maratuspa %I Universitas Negeri Padang %L repounp41974 %X Jumlah penduduk yang terus meningkat merupakan masalah besar bagi negara di dunia khususnya negara berkembang. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Salah satu upaya untuk menurunkan tingkat kelahiran adalah program keluarga berencana (KB). Namun pada kenyataannya masih banyak pasangan usia subur (PUS) yang tidak mengikuti program KB tersebut. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, untuk menentukan faktor-faktor tersebut perlu dibentuk model regresi. Model regresi yang dianggap cocok yang dapat digunakan adalah model regresi probit dengan bentuk : = Probit (Pi) = -1 (Pi) = β0 + ∑ + i Berdasarkan permasalahan yang diteliti, jenis penelitian ini adalah penelitian terapan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari hasil Survei Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2014 di Kota Padang. Populasi pada penelitian ini adalah semua wanita status kawin di Kota Padang pada tahun 2014. Jumlah sampel pada penelitin ini adalah 562 orang. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh model regresi probit yang menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi PUS untuk tidak mengikuti program KB di Kota Padang tahun 2014 adalah: Yi* = -1 (Pi) = 1.377 -1.533X2 + 0.336X3 Faktor dominan yang mempengaruhi PUS untuk tidak mengikuti program KB di Kota Padang adalah jumlah anak dilahirkan hidup. Peluang terkecil PUS tidak mengikuti program KB adalah 0.07 yakni penduduk berusia produktif (15- 49 tahun), dan jumlah anak dilahirkan hidup kurang dari atau sama dengan 2. Peluang tertinggi adalah 0.48 yang berusia tidak produktif (>49 tahun), jumlah anak dilahirkan hidup lebih dari 2