<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Kedondong, Durian dan Manggis Sebagai Ide Ungkapan Dalam Seni Lukis Surealis</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Asep</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kurniawan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tujuan penciptaan karya akhir ini merupakan sebuah eksplorasi dari&#13;
permasalahan kemunafikan, kejujuran dan ketegasan melalui metafor buah&#13;
kedondong, durian dan manggis kedalam karya lukis bercorak surealis.&#13;
Permasalahan tersebut berawal dari kegelisahan hati penulis yang bermula dari&#13;
lingkungan sosial sekitar dan menjalar pada skop yang lebih luas yaitu pada&#13;
strategis birokrasi. Permasalahan tersebut menghasilkan berbagai fenomena di&#13;
tengah publik yang merugikan diri sendiri dan masyarakat banyak. Keresahan&#13;
dari fenomena inilah yang menjadi batu loncatan penulis untuk mengangkat&#13;
kesebuah karya seni lukis yang bertemakan Kedondong, Durian dan Manggis&#13;
Sebagai Ide Ungkapan Dalam Seni Lukis Surealis.&#13;
Sebagai perwujudan ide-ide seni, penulis hadirkan kedalam visualisasi&#13;
buah kedondong, durian dan manggis sebagai subjek matter yang&#13;
mengintepretasikan berbagai fenomena dalam permasalahan kemunafikan,&#13;
ketegasan dan kejujuran diranah sosial politik. Untuk metode penciptaan karya&#13;
seni, penulis menggunakan lima tahap yaitu tahap persiapan, tahap elaborasi,&#13;
tahap sintesis, tahap realisasi konsep dan tahap penyelesaian serta terakhir penulis&#13;
mengadakan pameran karya. Dalam penciptaan karya, penulis menggunakan cat&#13;
minyak dan cat akrilik dengan penggunaan cat minyak untuk objek utama dan cat&#13;
akrilik untuk background. Gaya yang penulis tampilkan merupakan gaya surealis&#13;
yaitu sebuah gaya yang menampilkan ekspetasi diluar kenyataan yang ada dan&#13;
lebih mengarah pada alam mimpi. Gaya Surealis ini cenderung menampilkan&#13;
objek-objek yang dibiuhkan pada sebagian atau keseluruhan objeknya, teknik&#13;
yang digunakan dalam gaya surealis tetap teknik realis.&#13;
Sepuluh karya yang penulis hadirkan sebaik-baiknya mewakili tema yang&#13;
penulis angkat, memuat tentang permasalahaan yang berkaitan dengan&#13;
kemunafikan, ketegasan dan kejujuran, berisi tentang fenomena yang terjadi&#13;
disekitar kehidupan penulis hingga pada roda birokrasi pemerintahan dimana hal&#13;
tersebut akan berdampak pada diri sendiri dan masyarakat umum. Adapun&#13;
kesepuluh karya tersebut diantaranya: 1) Pencitraan, 2) Pecah Kongsi, 3) Masih&#13;
Melihat Kebawah, 4) Ditengah Tantangan, 5) Muka Dua, 6) Don’t Judge Book By&#13;
Its Cover, 7) Meledak-ledak, 8) Menjunjung Tinggi, 9) Kongkalikong=Berjamaah&#13;
dan 10) Diatas penderitaan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">N Visual arts (General) For photography, see TR</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2016-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pdd Seni Rupa FBS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>