@phdthesis{repounp41927, month = {February}, year = {2015}, title = {Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pembelajaran Geografi di SMA/MA Negeri Kota Padang Tahun 2014.}, school = {Universitas Negeri Padang}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/41927/}, abstract = {Penelitian bertujuan: mengetahui ketersedian sarana dan prasarana, mengetahui sarana dan prasarana yang masih dibutuhkan, mengetahui kendala dan upaya penyediaan sarana dan prasarana, serta mengetahui pemerataan sarana dan prasarana. Jenis penelitian adalah deskriftif Kuantitatif dengan populasi berjumlah 19 sekolah. Sampel menggunakan sampel gugus dengan membagi wilayah pusat dan pinggiran dengan jumlah delapan sekolah. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara (checklist) sedangkan analisa data menggunakan teknik Persentase. Hasil penelitian menjelaskan bahwa rasio luas ruangan kelas sesuai Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 yaitu (SMA N 1, SMA N 2, SMA N 8, SMA N 10, dan SMA N 11) sedangkan yang tidak sesuai (SMA N 15, MAN 2, dan MAN 3). Ketersediaan sarana sekolah di pusat kota yang memiliki kategori tersedia atau 55 - 75 \% ( SMA N 1, SMA N 2, SMA N 10) sementara kategori kurang tersedia {\ensuremath{<}} 55\% (MAN 2). Sedangkan sekolah pinggiran kota semua memiliki kategori kurang tersedia atau {\ensuremath{<}} 55\% (SMA N 8, SMA N 11, SMA N 15 dan MAN 3). Sarana yang masih dibutuhkan sekolah di pusat kota umumnya yaitu stereoskop, meja proyeksi peta dan peta (peta flora fauna, peta tematik, tambang, geologi), bahan penginderaan jauh (citra foto dan non foto). Sedangkan sekolah di pinggiran kota banyak membutuhkan miniatur batuan, stereoskop, dan kamus Geografi. Kendala dalam penyediaan sarana dan prasarana Geografi sekolah di pusat kota umumnya adalah tidak tersedianya bahan atau perlengkapan di toko-toko terdekat sementara upaya yang telah dilakukan lebih banyak pada inisiatif guru seperti pengambilan bahan dari internet dan belajar secara autodidak. Sedangkan sekolah di pinggiran kota umumnya adalah minimnya anggaran sementara upaya yang telah dilakukan adalah pembelajaran di lapangan atau lingkungan sekitar. Ketersediaan sarana pembelajaran Geografi di kawasan pusat mayoritas memiliki kategori tersedia (76 - 100 \%) sementara kawasan pinggiran mayoritas memiliki kategori kurang tersedia ({\ensuremath{<}} 55 \%). Sedangkan ketersediaan prasarana Geografi sekolah di pusat dan pinggiran kota seluruhnya memiliki kategori sangat tersedia (76 - 100 \%).}, author = {Mujiono, Mujiono}, keywords = {sarana dan prasarana} }