@phdthesis{repounp41506, month = {June}, year = {2019}, title = {Perancangan Prototype Sistem Penyiram Tanaman (Watering System) Berbasis Mikrokontroller Arduino Uno}, school = {Universitas Negeri Padang}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/41506/}, abstract = {Penyiram tanaman adalah suatu alat yang berfungsi untuk menyiram tanaman secara otomatis dengan objek penyiraman adalah tomat. Tanaman tomat dapat ditanam pada dataran tinggi atau dataran rendah. Syarat - syarat penting untuk tumbuhnya adalah pada tanah gembur sedikit berpasir dan mengandung humus. Kebutuhan air pada budidaya tanaman tomat tidak terlalu banyak, tetapi juga tidak boleh kekurangan air. Pemberan air yang berlebihan dapat menyebabkan tanaman tomat tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur -unsur hara, dan mudah terserang penyakit. Sisterm penyiram tanaman ini akan bekerja berdasarkan pendeteksian yang dilakukan oleh sensor kelembaban. Dimana ketika sensor kelembaban mendeteksi kelembaban tanah kurang dari 25\% maka motor DC akan bergerak menuju baris tanaman yang akan disiram selanjutnya sensor proximity akan mendeteksi posisi tanaman tomat berada dengan cara mendeteksi plat besi yang telah dipasang sesuai perbaris tanaman lalu mengirim sinyal ke mikrokontroller Arduino, dan selanjutnya mikrokontroller Arduino memberikan perintah ke motor DC untuk berhenti dan mengaktifkan motor pompa untuk menyiram tanaman sampai kelembaban tanah mencapai 25 \%. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan semakin rendah nilai ADC yang terbaca maka kelembaban akan semakin tinggi. Apabila nilai ADC yang terbaca (400 {$\leq$} ADC {$\leq$} 500) berarti kondisi tanah dalam keadaan basah sehingga tidak dilakukan penyiraman. Apabila nilai ADC yang terbaca (500 {$\leq$} ADC {$\leq$} 700) berarti kondisi tanah dalam keadaan normal penyirman dihentikan. Apabila nilai ADC yang terbaca (700 {$\leq$} ADC {$\leq$} 1000) maka berarti kondisi tanah dalam keadaan kering shingga dilakukan penyiraman.}, author = {Putra, Dano Asmario} }