<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Perkembangan Objek Wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">M</mods:namePart><mods:namePart type="family">Roli</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini membahas tentang perkembangan objek wisata di Kabupaten &#13;
Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian ini untuk melihat perkembangan objek wisata &#13;
di Kabupaten Lima Puluh Kota sesuai dengan Teori Butler tahun  1980 dari &#13;
Model Tourism Area Life Cycle ( TALC). &#13;
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan &#13;
metode kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah objek wisata andalan Kabupaten &#13;
Lima Puluh Kota yaitu Objek Wisata Lembah Harau, Objek Wisata Batang Tabik, &#13;
Objek Wisata Pusako Rumah Gadang, dan Objek Wisata Kapalo Banda. Teknik  &#13;
analisi data yang digunakan adalah analisis data sekunder (ADS) dan Scoring &#13;
Model dari Gunn dan Model TALC sebagai alat ukur dalam penelitian yaitu &#13;
perkembangan objek wisata di tahap Eksplorasi (exploration), Tahap keterlibatan &#13;
(involvemento), Tahap Pengembangan (development), Tahap Konsolidasi &#13;
(Consolidation), Tahap kestabilan (stagnation), Tahap penurunan kualitas &#13;
(decline), dan Tahap peremajaan kembali (rejuvenate). Data yang diolah yaitu &#13;
data sekunder yang didapatkan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, &#13;
Dinas Pekerjaan Umum, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lima Puluh Kota. &#13;
Hasil penelitian diperoleh: 1) Tahap perkembangan objek wisata ditinjau &#13;
dari aspek jumlah kunjungan yaitu a) Objek Wisata Lembah Harau berada di &#13;
Tahap Kestabilan (Stagnation) dengan jumlah kunjungan 1.023.617 jiwa, b) &#13;
Objek Wisata Batang Tabik berada pada Tahap Konsolidasi (Consolidation) &#13;
dengan jumlah kunjungan 447.096 jiwa, c) Objek Wisata Pusako Rumah Gadang &#13;
berada pada Tahap Penurunan Kualitas ( Decline) dengan jumlah kunjungan &#13;
9.708 jiwa, d) Objek Wisata Kapalo Banda berada pada Tahap Keterlibatan &#13;
(Involvement) dengan jumlah kunjungan 499.612 jiwa. 2) perkembangan objek &#13;
wisata ditinjau dari aspek sarana prasarana dari tahun 2007 sampai 2014 di Objek &#13;
Wisata Lembah Harau perkembangan sarana prasarana dengan skor 4,8. Objek &#13;
Wisata Kapalo Banda perkembangan sarana prasarana dengan skor 2,2. Objek &#13;
Wisata Batang Tabik perkembangan sarana prasarana dengan skor 3,2. Objek &#13;
Wisata Pusako Rumah Gadang perkembangan sarana prasarana dengan skor 4. &#13;
Dapat disimpulkan perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota &#13;
masih butuh perhatian khusus seperti kegiatan pemberdayaan SDM yang &#13;
berkualitas agar pengelolaan terlaksana dengan baik serta pemeliharaan sarana &#13;
prasarana dengan tujuan agar objek wisata tersebut dapat berkontribusi terhadap &#13;
pembangunan daerah Kabupaten Lima Puluh Kota, baik bagi pemerintah maupun &#13;
masyarakat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">G Geography</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2016-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Geografi FIS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>