relation: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/41478/ title: Perkembangan Objek Wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota creator: Roli, M subject: G Geography description: Penelitian ini membahas tentang perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian ini untuk melihat perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota sesuai dengan Teori Butler tahun 1980 dari Model Tourism Area Life Cycle ( TALC). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah objek wisata andalan Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu Objek Wisata Lembah Harau, Objek Wisata Batang Tabik, Objek Wisata Pusako Rumah Gadang, dan Objek Wisata Kapalo Banda. Teknik analisi data yang digunakan adalah analisis data sekunder (ADS) dan Scoring Model dari Gunn dan Model TALC sebagai alat ukur dalam penelitian yaitu perkembangan objek wisata di tahap Eksplorasi (exploration), Tahap keterlibatan (involvemento), Tahap Pengembangan (development), Tahap Konsolidasi (Consolidation), Tahap kestabilan (stagnation), Tahap penurunan kualitas (decline), dan Tahap peremajaan kembali (rejuvenate). Data yang diolah yaitu data sekunder yang didapatkan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Pekerjaan Umum, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil penelitian diperoleh: 1) Tahap perkembangan objek wisata ditinjau dari aspek jumlah kunjungan yaitu a) Objek Wisata Lembah Harau berada di Tahap Kestabilan (Stagnation) dengan jumlah kunjungan 1.023.617 jiwa, b) Objek Wisata Batang Tabik berada pada Tahap Konsolidasi (Consolidation) dengan jumlah kunjungan 447.096 jiwa, c) Objek Wisata Pusako Rumah Gadang berada pada Tahap Penurunan Kualitas ( Decline) dengan jumlah kunjungan 9.708 jiwa, d) Objek Wisata Kapalo Banda berada pada Tahap Keterlibatan (Involvement) dengan jumlah kunjungan 499.612 jiwa. 2) perkembangan objek wisata ditinjau dari aspek sarana prasarana dari tahun 2007 sampai 2014 di Objek Wisata Lembah Harau perkembangan sarana prasarana dengan skor 4,8. Objek Wisata Kapalo Banda perkembangan sarana prasarana dengan skor 2,2. Objek Wisata Batang Tabik perkembangan sarana prasarana dengan skor 3,2. Objek Wisata Pusako Rumah Gadang perkembangan sarana prasarana dengan skor 4. Dapat disimpulkan perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota masih butuh perhatian khusus seperti kegiatan pemberdayaan SDM yang berkualitas agar pengelolaan terlaksana dengan baik serta pemeliharaan sarana prasarana dengan tujuan agar objek wisata tersebut dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah Kabupaten Lima Puluh Kota, baik bagi pemerintah maupun masyarakat. date: 2016-08 type: Thesis type: NonPeerReviewed format: text language: en identifier: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/41478/1/final_B1_1_M_ROLI_1201685_5949_2016.pdf identifier: Roli, M (2016) Perkembangan Objek Wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota. Bachelor/Skripsi thesis, Universitas Negeri Padang.