<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks&#13;
Pembangunan Gender di Provinsi Sumatera Barat&#13;
Menggunakan Analisis Regresi Spasial</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rahmadini</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hafizha</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pembangunan manusia sering dikaitkan dengan perbedaan gender. Fokus&#13;
pembangunan ini terletak pada bagaimana mencapai kesetaraan gender demi&#13;
meningkatkan kualitas sumber daya manusia tanpa memandang gender. Indeks&#13;
Pembangunan Gender (IPG) merupakan indeks pencapaian kemampuan dasar&#13;
pembangunan manusia yang diukur berdasarkan jenis kelamin dan digunakan untuk&#13;
mengetahui kesenjangan pembangunan manusia antara laki-laki dan perempuan. Hal&#13;
ini dapat dilihat pada nilai IPG dibeberapa kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat&#13;
pada tahun 2019. Nilai IPG tertinggi yaitu Kota Bukittinggi sebesar 98.51, sedangkan&#13;
untuk IPG terendah yaitu Kabupaten Dharmasraya sebesar 88.30 (Badan Pusat&#13;
Statistika, 2020).&#13;
Jenis penelitian ini adalah penelitian terapan, dan tujuan penelitian ini adalah (1)&#13;
mengetahui karakteristik pola spasial dari IPG di Provinsi Sumatera Barat; (2)&#13;
mengetahui model IPG di Provinsi Sumatera Barat dari sudut pandang kewilayahan&#13;
menggunakan pendekatan regresi spasial; (3) mengetahui faktor yang diduga&#13;
mempengaruhi IPG di Provinsi Sumatera Barat. Data dan sumber data dalam penelitian&#13;
ini adalah Publikasi Provinsi Sumatera Barat Dalam Angka dan Statistika&#13;
Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2020. Variabel yang digunakan&#13;
yaitu harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, angka partisipasi sekolah, tingkat&#13;
pengangguran terbuka, angka kesakitan, dan rasio jenis kelamin.&#13;
Pada penelitian ini model yang sesuai adalah Spatial Autoregressive Model&#13;
(SAR), dengan model sebagai berikut:&#13;
�̂� = 156,408 − 0,0254�� − 2,4092�1 + 1,8649�2 + 0,1793�3 + 0,2414�5&#13;
− 0,6131�6&#13;
Berdasarkan model yang diperoleh terlihat bahwa faktor-faktor yang&#13;
berpengaruh signifikan terhadap IPG di Provinsi Sumatera Barat yaitu harapan lama&#13;
sekolah, rata-rata lama sekolah, angka partisipasi sekolah, angka kesakitan dan rasio&#13;
jenis kelamin.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QA Mathematics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2021-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;D.III Statistika FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>