<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Sirosis Hepatis di Ruang IV Interne RS TK III Dr. Reksodiwiryo Padang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ikhsan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Randy</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2016 sekitar 170 juta umat&#13;
manusia terinfeksi sirosis hepatis dan sekitar 738.000 (10,5%) pasien didunia meninggal&#13;
akibat sirosis hepatis. Sirosis  hepatis  adalah  penyakit  hati  menahun  yang  difus  ditandai&#13;
dengan adanya pembentukan jaringan ikat disertai nodul. Biasanya dimulai  dengan  adanya &#13;
proses peradangan  nekrosis  sel  hati  yang luas (Smeltzer &amp; Bare, 2014). Desain peneliti yang &#13;
digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Peneliti studi kasus adalah studi yang&#13;
mengeksplorasi suatu masalah keperawatan dengan batasan terperinci, memiliki pengambilan data&#13;
yang mendalam dan menyertakan berbagai sumber informasi (Nursalam, 2014). Adapun sampelnya&#13;
adalah dua pasien. Studi Kasus ini dilakukan di ruang IV Interne Rumah Sakit Reksodiwiryo Padang&#13;
pada tanggal 25 – 27 Juni 2018 pada Tn.D dan Tn.S.Setelah pengkajian selesai, ditemukan 3 diagnosa&#13;
pada Tn.D dan Tn.S. Pada Tn.D ditemukan diagnosa yaitu kelebihan volume cairan, nutrisi kurang&#13;
dari kebutuhan tubuh, nyeri, sedangkan pada Tn.S terdapat perbedaan diagnosa, yaitu nutrisi kurang&#13;
dari kebutuhan tubuh, kelebihan volume cairan, dan nyeri. Menurut teori yang dikemukakan oleh&#13;
buku Keperawatan Medikal Bedah (2013) diagnosa yang sering muncul pada sirosis hepatis adalah&#13;
resiko tinggi pola nafas tidak efektif, kelebihan volume cairan, perubahan nutrisi kurang dari&#13;
kebutuhan tubuh, dan resiko tinggi kerusakan integritas kulit. Disimpulkan bahwa dari diagnosa&#13;
keperawatan yang didapat dari Tn.D dan Tn.S masalah keperawatan teratasi sebagian. Hal ini karena&#13;
keterbatasan waktu penelitian yang ada, jadi dilanjutkan oleh perawat ruangan. saran sesudah pulang&#13;
dari rumah sakit jangan lupa melekukan kontrol ulang dan melakukan pola hidup sehat, serta&#13;
melaksanakan diet yang telah dianjurkan dokter agar penyakit tidak kambuh kembali.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">R Medicine (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2018-07-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Keperawatan FPK UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>