%0 Thesis %9 Masters/Tesis %A Erni, Erni %A Universitas Negeri Padang, %B Pendidikan Teknologi dan Kejuruan S2 UNP %D 2014 %F repounp:41260 %I Universitas Negeri Padang %K MODEL PEMBELAJARAN, TENUN, MUATAN LOKAL %T Pengembangan Modul Tenun Berbasis Muatan Lokal di SMK N 1 Mesjid Raya Aceh Besar. %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/41260/ %X Tenun merupakan salah satu mata pelajaran pada Program Studi Desain dan Produk Kriya Tekstil di SMK N 1 Mesjid Raya Aceh Besar. Kerajinan tenun songket yang dipelajari siswa tidak tersentuh muatan lokal daerah Aceh. Proses pembelajaran hanya menngunakan buku teks sebagai acuan bagi siswa. Akibatnya pembelajaran menjadi monoton dan mengakibatkan siswa tidak termotivasi untuk belajar mandiri. Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan ajar yang mendukung kemandirian siswa dalam belajar dan dapat memberikan kondisi belajar yang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul berbasis muatan lokal yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D. Tahap yang dilakukan adalah define, design, dan develop. Tahap define dilakukan dengan menganalisis silabus pembelajaran tenun, menganalisis materi tenun dan diskusi dengan teman sejawat. Pada tahap design dihasilkan modul berbasis muatan lokal. Tahap develop terdiri dari tahap validasi yaitu konsultasi dengan pakar materi, pakar media dan pakar bahasa; praktikalitas dengan menggunakan angket praktikalitas, mengamati pelaksanaan pembelajaran, serta melakukan wawancara kepada siswa dan guru; dan efektivitas dengan menggunakan angket motivasi, mengamati aktivitas belajar, hasil belajar kognitif dan hasil belajar psikomotor siswa. Data dikumpulkan dengan lembar validasi, lembar observasi, angket dan wawancara, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul berbasis muatan lokal untuk materi membuat kriya tenun dengan teknik tenun songket sangat valid dari segi isi dan konstruk. Modul berbasis muatan lokal dapat dikatakan praktis karena dapat digunakan tanpa kendala yang berarti, dan efektif karena dapat meningkatkan motivasi, aktivitas, hasil belajar kognitif dan hasil belajar psikomotor siswa pada materi membuat kriya tenun dengan teknik tenun songket.