<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Model Loglinier untuk Mengetahui Asosiasi&#13;
Faktor-faktor Eksternal yang Mempengaruhi&#13;
Karies Gigi pada Anak</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Khessy Wahyu</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sepriani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Karies gigi merupakan salah satu penyakit pada gigi berupa pembusukan,&#13;
yang diawali dengan terjadinya demineralisasi pada jaringan keras gigi, yang&#13;
diikuti dengan kerusakan pada bahan organiknya. Apabila karies gigi ini tidak&#13;
diatasi secara cepat dapat menimbulkan focal infection dental origin atau focal&#13;
infection (FI) yaitu infeksi kronis disuatu tempat yang memicu penyakit di tempat&#13;
lainnya. Di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Barat terdapat sebesar&#13;
51,9% angka pengalaman karies pada anak, sedangkan WHO mengharapkan&#13;
persentase angka pengalaman karies pada anak sangat sedikit atau tidak ada sama&#13;
sekali. Berdasarkan survei pendahuluan yang telah dilakukan di SD Kelurahan&#13;
Koto Panjang Ikur Koto ditemukan bahwa sebagian besar siswa yang diteliti&#13;
memiliki karies gigi.&#13;
Untuk mengetahui asosiasi faktor-faktor eksternal berupa pengetahuan&#13;
kesehatan gigi, makan makanan kariogenik serta waktu menyikat gigi yang dapat&#13;
menjadi penyebab penyakit karies gigi pada anak, maka digunakanlah suatu&#13;
teknik statistik yang dapat memberikan kesimpulan yang valid mengenai faktor-&#13;
faktor eksternal yang mempengaruhi karies gigi tersebut. Salah satu teknik&#13;
statistik yang dapat digunakan adalah model loglinier. Data penelitian ini adalah&#13;
data primer yang berasal dari hasil pengisian kuisioner yang dilakukan oleh siswa&#13;
SD Kelas IV, V, dan VI Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto Kecamatan Koto&#13;
Tangah Kota Padang pada tahun ajaran 2015/2016. Data yang dianalisis dalam&#13;
penelitian ini adalah sebanyak 110 siswa.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian model terbaik yang dapat menggambarkan&#13;
asosiasi antara faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi karies gigi pada anak&#13;
adalah AB,C, yaitu: . Dari model tersebut&#13;
terlihat bahwa terdapat asosiasi faktor utama yaitu pengetahuan kesehatan gigi&#13;
(A), makan makanan kariogenik (B), dan waktu menyikat gigi (C) terhadap karies&#13;
gigi pada anak, serta terdapat asosiasi interaksi yaitu asoasi antara pengetahuan&#13;
kesehatan gigi dengan makan makanan kariogenik terhadap karies gigi pada anak.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QA Mathematics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2016-07</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;D.III Statistika FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>