<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Balita&#13;
Penderita Gizi Buruk di Kota Padang dengan&#13;
Menggunakan Analisis Faktor</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Issa Yayu</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wulandari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Masalah kesehatan adalah masalah kompleks yang dihasilkan dari berba-&#13;
gai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun buatan manusia. Salah satu&#13;
permasalahan kesehatan di Indonesia adalah meningkatnya angka kematian balita&#13;
yang disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya kebutuhan gizi yang tidak terpe-&#13;
nuhi yang mengakibatkan terjadinya gizi buruk pada balita. Di Kota Padang, jum-&#13;
lah balita yang mengalami gizi buruk dengan indikator Berat Bedan per Tinggi&#13;
Badan (BB/TB) pada tahun 2012 berjumlah 98 orang. Faktor-faktor yang&#13;
mempengaruhi jumlah balita penderita gizi buruk di Kota Padang di antaranya&#13;
adalah faktor balita, lingkungan dan fasilitas kesehatan. Salah satu analisis statis-&#13;
tik yang dapat menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah balita pende-&#13;
rita gizi buruk adalah analisis faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui&#13;
faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah balita penderita gizi buruk di Kota Pa-&#13;
dang.&#13;
Jenis penelitian ini adalah penelitian terapan. Populasi pada penelitian ini&#13;
adalah seluruh balita penderita gizi buruk di Kota Padang yang kesemuanya dija-&#13;
dikan sampel. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis faktor.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi&#13;
jumlah balita penderita gizi buruk di Kota Padang terdiri dari tiga faktor yaitu&#13;
faktor satu yang terdiri dari jumlah balita dengan Tinggi Badan/Umur (TB/U)&#13;
yang rendah), jumlah balita yang menderita pneumonia, jumlah puskesmas, jum-&#13;
lah posyandu, dan jumlah balita mendapat pelayanan kesehatan (minimal 8 kali).&#13;
Faktor dua terdiri dari jumlah balita dengan Berat Badan Bayi Lahir Rendah&#13;
(BBLR), jumlah balita mendapat MP-ASI dan jumlah keluarga yang mengguna-&#13;
kan sarana air bersih. Faktor tiga terdiri dari jumlah balita dengan Berat Ba-&#13;
dan/Umur (BB/U) yang rendah dan jumlah balita dengan Berat Badan per Tinggi&#13;
Badan (BB/TB) yang rendah</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QA Mathematics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2014-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;D.III Statistika FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>