%T Menentukan Hubungan Antara Tekanan Darah dan Berat Badan dengan Kadar Glukosa Pada Pasien Penderita Penyakit Diabetes Mellitus Yang Dirawat di RSUP DR. M. DJAMIL Padang Menggunakan Analisis Korelasi Kendall Tau %I Universitas Negeri Padang %A Irdo Jasmadi %X Diabetes mellitus adalah kelompok penyakit metabolic yang dicirikan oleh tingginya kadar glukosa darah karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kombinasi keduanya. Glukosa terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen dalam hati dan otot rangka. Penyebab naik atau turunnya kadar glukosa adalah tekanan darah dan berat badan. Untuk itu peneliti ingin meneliti dua variabel tersebut dan mengambil sampel pasien yang dirawat di RSUP DR M. DJAMIL Padang pada tahun 2012. Dalam penelitian ini akan melihat hubungan antara Tekanan Darah dengan Kadar Glukosa, dan hubungan antara Berat Badan dengan Kadar Glukosa menggunakan analisis korelasi kendall tau. Penelitian ini merupakan adalah penelitian terapan yang dimulai dengan analisis teori kemudian dilanjutkan dengan pengambilan data dan penerapannya terhadap data. Data yang digunakan adalah data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah data rekam medis pasien penderita penyakit Diabetes mellitus yang dirawat inap selama tahun 2012 di RSUP DR. M.DJAMIL PADANG sebanyak 458 pasien. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 82 pasien yang didapat dengan menggunakan teknik sistematis sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah kadar glukosa, tekanan darah, dan berat badan pasien penderita penyakit Diabetes Mellitus yang dirawat di RSUP. DR. M.DJAMIL padang selama tahun 2012. Dari analisis korelasi kendall tau didapatkan nilai koefisien korelasi = 0,28, yang berarti data yang berhubungan antara kedua variabel berbanding lurus atau searah dengan persentase 28%. Selanjutnya dilihat dari hasil uji signifikansi koefisien korelasi Zhitung = 3,73 yang menunjukkan besar dari nilai Ztabel dengan α 0,05 = 1,96, yang berarti bahwa variabel tekanan darah dengan variabel kadar glukosa mempunyai hubungan yang signifikan. Selanjutnya didapatkan nilai koefisien korelasi = 0,22. Angka korelasi ini berarti data yang berhubungan antara kedua variabel berbanding lurus atau searah dengan persentase 22%. Dari hasil uji signifikansi koefisien korelasi Zhitung = 2,93 yang menunjukkan besar dari nilai Ztabel dengan α 0,05 = 1,96, yang berarti bahwa variabel berat badan dengan variabel kadar glukosa mempunyai hubungan yang signifikan. %L repounp41199 %D 2011