<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laki-Laki&#13;
Sebagai Kepala Keluarga Bekerja di Provinsi Sumatera&#13;
Barat Menggunakan Regresi Tobit</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Harifa</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hananti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pada kodratnya dalam sebuah rumah tangga seorang laki-laki akan&#13;
menjadi kepala keluarga, sehingga laki-laki dituntut untuk bekerja sebagai sumber&#13;
penghasilan dan pendapatan dalam rumah tangga. Adapun faktor yang&#13;
mempengaruhi seseorang bekerja adalah daerah asal tempat tinggal, jumlah&#13;
anggota rumah tangga, umur, status perkawinan, dan pendidikan yang dilihat&#13;
berdasarkan jam kerja. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui model regresi&#13;
tobit pada faktor-faktor yang mempengaruhi kepala keluarga bekerja di Provinsi&#13;
Sumatera Barat.&#13;
Berdasarkan permasalahan yang diteliti, data yang digunakan dalam&#13;
penelitian ini adalah sampel pada data Survei Sosial Ekonomi Nasional&#13;
(SUSENAS) yaitu 7145 orang. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah laki-&#13;
laki bekerja berdasarkan nilai yang besar dari 7. Variabel bebas (X) dalam&#13;
penelitian ini adalah daerah asal tempat tinggal ( ), jumlah anggota rumah&#13;
tangga ( ), umur ( ), status perkawinan ( ), dan pendidikan ( ).&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh model regresi tobit yang&#13;
menggambarkan kepala keluarga bekerja di Provinsi Sumatera Barat tahun 2014&#13;
adalah.̂&#13;
Berdasarkan model di atas, daerah asal tempat tinggal dan status&#13;
perkawinan merupakan variabel dummy. Dimana kepala keluarga yang daerah&#13;
asal tempat tinggalnya di perkotaan dengan status kawin memberikan&#13;
penambahan jam kerja lebih besar dibandingkan kepala keluarga bekerja yang&#13;
daerah asal tempat tinggalnya di pedesaan dengan status cerai (hidup/mati). Selain&#13;
itu jumlah anggota rumah tangga memberikan pengaruh positif terhadap anggota&#13;
rumah tangga sedangkan umur memberikan pengaruh negatif. Dimana setiap&#13;
penambahan jumlah anggota rumah tangga akan memberikan perubahan sebesar&#13;
0.389399 sedangkan setiap penambahan umur akan memberikan perubahan&#13;
sebesar -0.253971.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">HA Statistics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2016-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;D.III Statistika FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>