<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Peramalan Inflasi Kota Padang Menggunakan Metode&#13;
Box-Jenkins</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Fitriadi Prima</mods:namePart><mods:namePart type="family">Putra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Secara umum inflasi merupakan suatu keadaan dimana harga suatu barang meningkat secara terus menerus. Inflasi merupakan salah satu indikator penting dalam menganalisis perekonomian sebuah negara selain pertumbuhan ekonomi dan pengangguran. Inflasi memiliki dampak terhadap suatu negara termasuk negara Indonesia. Dampaknya dirasakan oleh kota-kota yang ada di wilayah Indonesia seperti kota Padang. Masalah yang dihadapi saat ini adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat mengantisipasi inflasi yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah menentukan model ARIMA serta perkiraan dari data inflasi Kota Padang pada bulan Mei 2015 – April 2016. Penelitian ini menggunakan metode ARIMA. Asumsi yang harus dipenuhi dalam metode ini adalah data bersifat stasioner, variabel yang digunakan merupakan variabel tunggal (univariat), tidak terdapat korelasi untuk setiap pengamatan pada periode berbeda, dan nilai autokorelasi tidak berbeda nyata dari nol. Analisis untuk peramalan dilakukan atas 3 tahap yaitu tahap identifikasi model, tahap penaksiran dan pengujian parameter serta tahap pemeriksaan diagnostik. Setelah melalui analisis data dengan 3 tahap diperoleh model ARIMA (1,0,2) sebagai model yang cocok untuk meramalkan inflasi Kota Padang bulan Mei 2015 – April 2016, dengan bentuk model = 0,5537 + 0,7807 + - 0,3685 - 0,6023 . Perkiraan inflasi kota Padang pada bulan Mei 2015 sampai April 2015 secara berturut-turut adalah 0,50; 0,44; 0,47; 0,48; 0,50; 0,51; 0,52; 0,53; 0,53; 0,54; 0,54; 0,54 dalam persen. Inflasi yang terjadi berada pada kisaran 0,4 persen hingga 0,5 persen.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QA Mathematics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2015-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Matematika FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>