%T Model Pengembangan Papan Komposit Berbahan Baku Limbah Ampas Tebu %I Teknik Mesin FT UNP %L repounp41054 %X Perkembangan bahan rekayasa menyebabkan penggunaannya semakin meningkat. Bahan rekayasa yang disebut dengan komposit merupakan perpaduan antara berbagai bahan yang dapat dibuat menjadi suatu produk. Salah satu tanaman yang mengandung bahan lignoselulosa yaitu tanaman tebu yang mempunyai potensi dijadikan sebagai bahan rekayasa papan komposit. Selama ini pemanfaatan ampas tebu ( sugar cane bagasse) yang dihasilkan masih terbatas untuk bahan bakar dengan proses pembakaran langsung yang dapat menimbulkan polusi. Namun banyak juga yang menjadi limbah yang tidak termanfaatkan. Dengan dasar inilah ketermanfaatan ampas tebu tersebut dilakukan pengembangan proses teknologi sehingga terjadi diversifikasi pemanfaatan limbah pertanian menjadi bahan rekayasa papan komposit (papan partikel). Papan komposit partikel dibuat dari bahan baku penguat ampas tebu setelah proses ekstraksi dilakukan. Inovasi pemanfaatan limbah ampas tebu menjadi papan komposit partikel sebagai bahan perabotan interior dan furniture yang memiliki kekuatan dan bobot ringan sebagai pengganti kayu. Upaya meningkatkan performa komposit juga dapat dilakukan sehingga diperoleh papan komposit yang lebih baik untuk menggantikan produk kayu sebagai furniture. Metode pembuatan papan komposit dilakukan dengan proses penekanan dan dipanaskan pada tempertur tertentu. Model papan komposit yang diproduksi dengan menggunakan alat kempa sederhana berukuran (300x300x12) mm dengan variasi perbandingan fraksi volum serat ampas tebu 40%, 50%, dan 60%. Bahan pengikat yang digunakan yaitu pengikat Polyester Resin danLem/glue tapioka. Serat ampas tebu sebagai penguat papan komposit dimanfaatkan dari sisa limbah penggilingan air sari tebu yang telah dikeringkan (dijemur). Penguraian dan pemisahan serat dilakukan dengan mencacah sampai menghasilkan partikel butiran ( mesh) 1,2 mm. Kemudian diproses bersamaan dengan pengadukan ( mixing method). Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap karakteristik sifat fisis papan komposit untuk mendapatkan model yang sesuai standar JIS A 5908 (2003) dan SNI03-2015-2006. Dari hasil penelitian ini diperoleh model prototipe papan komposit dengan karakteristik kerapatan sebesar 0,4 gr/cm pada komposisi 40 : 60 dengan perekat resin. Sedangkan papan komposit yang menggunakan perekat lem/glue tapioka diperoleh nilai kerapatan sebesar 0,48 gr/cm pada pada komposisi 40 : 60. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan perekat resin akan menghasilkan papan komposit dengan kerapatan yang lebih baik sesuai standar JIS A 5908 (2003). Pembuatan papan komposit dilakukan dengan tekanan pencetakan yang sama yaitu sebesar 100 kgf/cm 2 . Keberhasilan penelitian yang dilakukan yaitu memanfaatkan limbah ampas tebu menjadi material yang dapat dkembangkan berupa papan komposit berbahan baku ampas tebu. 3 3 %A Hendri Nurdin %A Purwantono Purwantono %A Nasrul Rivai %C Padang %K Papan Komposit, Ampas Tebu, Limbah, Kualitas Standar %D 2014