%T IBM Kelompok Tani di Nagari Rajo Dani Kecamatan Padang Gantiang Tanah Datar %I Teknik Mesin FT UNP %L repounp41047 %X Kebutuhan air yang banyak seringkali menimbulkan permasalahan bagi manusia karena merupakan kebutuhan hidup. Air juga tidak terlepas dengan sektor pertanian, terutama tanaman padi sebagai sumber pokok pangan masyarakat Indonesia. Daerah Kabupaten Tanah Datar dengan ibu kotanya Batu Sangkar terkenal dengan hasil pertaniannya berupa padi. Salah satu lumbung padi di daerah Batu Sangkar adalah Nagari Padang Ganting yang terletak di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Di daerah ini terdapat lahan pertanian masyarakat yang merupakan penghasilan utamanya. Umumnya lahan pertaniannya banyak yang tadah hujan. Salah satu daerah yang memiliki areal persawahan tadah hujan yang berada pada dataran tinggi yaitu Nagari Rajo Dani yang terletak 120 km dari kota Padang dengan waktu tempuhnya untuk mencapai lokasi ± 3 jam. Penghidupan masyarakat daerah ini sebahagian besar adalah sebagai petani yang rata-rata memiliki petak persawahan seluas 1 sampai 2 ha. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, banyak hal yang diperoleh sebagai informasi dan para petani mengemukakan permasalahannya yaitu kekurangan air untuk persawahan ketika musim kemarau. Kelompok masyarakat tani Tangah Koto dan kelompok tani Makam Tuan Kadhi yang berada di Nagari Rajo Dani menjadi gusar akan sawahnya ketika kemarau sehingga solusi yang sering dilakukan adalah menyewa pompa untuk memompakan air dari sungai yang berada di dataran rendah. Sehingga pembiayaan modal petani untuk menghasilkan panen padi yang baik semakin bertambah besar dan kondisi ini menjadikan pendapatan para petani menjadi berkurang. Banyak hal yang diungkapkan oleh masyarakat petani sehingga diambil kesimpulan bersama untuk menerapkan sebuah kincir air yang dapat menggerakkan pompa untuk mensuplai kebutuhan air persawahan. Dengan adanya sungai sebagai potensi sumber energi dan sumber air, sehingga kincir air sebagai tenaga penggerak pompa yang akan direalisasikan, dinilai cukup tepat untuk mengatasi permasalahan. Dari kegiatan IbM yang dilaksanakan dapat dinyatakan bahwa keberhasilan tim pelaksana IbM melakukan rancang bangun kincir air terapung yang dapat diterapkan ke masyarakat mitra pengguna. Kinerja kincir air terapung yang dilakukan diperoleh informasi pengukuran kecepatan aliran air sungai rata-rata sebesar 0,75 m/det sehingga hanya mampu menghasilkan putaran sudu kincir sebesar 8,75 Rpm. Siklus pompa torak yang ditransmisikan melalui puli dan sabuk menjadi ouput putaran sebesar 22 Rpm. Dari kondisi ini, kapasitas debit pompa hanya mencapai 3,95 lpm (liter/menit) dengan efisiensinya sebesar 85% sehingga kapasitas kerja pompa dalam sehari dapat mensuplai air sebesar 5,68 m iii 3 /hari. Program ipteks yang telah diterapkan menjadikan upaya dalam mengatasi masalah dimasyarakat Nagari Rajo Dani Padang Ganting. Dipilihnya daerah ini dengan harapan bahwa setelah pelaksanaan kegiatan nantinya masyarakat dapat menikmati suplai air untuk kebutuhan air persawahan melalui kincir air dan juga pendapatan para petani dapat lebih meningkat. %A Hendri Nurdin %A Hasanuddin Hasanuddin %A Irzal Irzal %C Padang %K Air, Sawah Tadah Hujan, Kincir Air, Penerapan Teknologi %D 2016