<mets:mets xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" OBJID="eprint_41028" LABEL="Eprints Item" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-04-17T12:27:47Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repository Universitas Negeri Padang</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_41028_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Kelompok Nelayan di Nagari Koto Taratak Pesisir Selatan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Hendri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nurdin</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Donny</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fernandez</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Abdul</mods:namePart><mods:namePart type="family">Aziz</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Potensi lestari perikanan laut di pantai barat Sumatera sangat besar per tahun, sedangkan tingkat pemanfaatannya baru mencapai 37%. Sebagaimana diketahui, potensi Ikan di perairan laut Sumatera Barat sebesar 289.936 ton, sedangkan yang dapat diproduksi adalah sebesar 100.879,6 ton atau 35 % dari potensi yang ada. Salah satu daerah di Sumatera Barat yang memiliki potensi ikan tangkap yang cukup besar adalah kabupaten Pesisir Selatan. Sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbanyak yang berada di sepanjang pesisir pantai yaitu kecamatan Sutera yang memiliki sepuluh desa dengan penghasilan masyarakatnya sekitar 70% sebagai nelayan. Diantara desa-desa yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai penghasil ikan teri bada namun masih melakukan pengolahannya secara tradisional adalah Desa/Nagari Taratak. Lokasi Nagari Taratak terletak di daerah sepanjang pesisir pantai dimana jarak dari kota Padang sekitar 110 km dengan waktu tempuhnya untuk mencapai lokasi ± 3 jam setengah. Di desa Taratak terdapat beberapa kelompok nelayan memukat ikan dengan cara tradisional. Kelompok nelayan Karang Labuang dan kelompok nelayan Gosong Taratak bersama anggota kelompok melakukan pengerjaan memukat dengan peralatan memukat yang sederhana. Hasil tangkapan yang diperoleh diolah menjadi ikan teri dengan proses perebusan. Banyak kendala dan masalah yang dihadapi dalam melakukan pengolahan teri tersebut, mulai dari perebusan, tungku perebusan, balai-balai pengeringan teri setelah proses perebusan, polusi pembakaran, dan keterbatasan bahan bakar kayu. Permasalahan yang terjadi di kelompok nelayan tersebut mengakibatkan kesejahteraan masyarakat tidak dapat terpenuhi secara ideal dan keterpurukan ekonomi sosial masyarakat menjadi semakin tinggi. Melalui penerapan teknologi tepat guna dan kerjasama dengan pelaksana kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (I M), banyak yang dapat diselesaikan permasalah di kelompok nalayan. Solusi yang ditawarkan bersifat pemecahan permasalahan secara keseluruhan, sehingga dampak dari kegiatan ini dapat dinikmati secara utuh. Kegiatan ini direncanakan dilakukan dalam bentuk rancang bangun perebus ikan teri, pembuatan tungku perebus, dan pembuatan penjemur ikan teri (wereng), penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat kelompok nelayan. Tahapan kegiatan ini meliputi persiapan dan perencanaan, pelaksanaan, pamantauan dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu berhasil dirancang bangun wadah perebusan ikan teri menggunakan bahan stainless steel yang dapat mempertahankan konduktifitas panas air perebusan lebih lama sehingga waktu perebusan ikan teri menjadi lebih pendek. Waktu perebusan ikan teri menjadi lebih cepat dengan rata-rata 15 menit/periode setelah air mendidih. Pemakaian bahan bakar kayu semakin sedikit dikarenakan pembakaran kayu bakar lebih cepat memanaskan wadah perebus untuk mendidihkan air perebusan. Dari kenyataan ini diperkirakan efisiensi alat wadah perebus dapat mencapai 80% dari umur pakainya. Hal ini merupakan dampak dari konstruksi tungku pembakaran yang memiliki sirkulasi udara yang cukup. Kualitas produksi ikan teri yang dihasilkan memiliki ciri diantaranya ikan teri dapat menegang, kepala ikan teri tidak terlepas, dan warnanya lebih kilat dan terang. Penyusutan akibat perebusan dapat berkurang dari yang biasanya 60% sampai 65% menjadi 40% dari berat basahnya. Produksi ikan teri yang dihasilkan memiliki harga jual mencapai Rp. 75.000,-/kg atau naik 15% dari harga sebelumnya. Respon positif yang diberikan masyarakat nelayan sebagai mitra bprogram kegiatan di Nagari Koto Taratak dalam menerima informasi berbagai hal dalam pelatihan dan penyuluhan tentang penerapan teknologi, pemanfaatan potensi energi di sekitar lingkungan, cara penggunaan dan pemeliharaan alat. Sehingga dengan harga jual yang lebih baik berdampak juga pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat nelayan di nagari Koto Taratak Pesisir Selatan</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">T Technology (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2014</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Teknik Mesin FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_41028"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_41028_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repository Universitas Negeri Padang the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repository Universitas Negeri Padang does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repository Universitas Negeri Padang is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file MIMETYPE="application/pdf" OWNERID="https://repository.unp.ac.id/id/eprint/41028/1/Hendri%20Nurdin_Lap%20Akhir_IbM_UNP_2014.pdf" SIZE="234774" ID="eprint_41028_82105_1"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://repository.unp.ac.id/id/eprint/41028/1/Hendri%20Nurdin_Lap%20Akhir_IbM_UNP_2014.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div ADMID="TMD_eprint_41028" DMDID="DMD_eprint_41028_mods"><mets:fptr FILEID="eprint_41028_document_82105_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>