@phdthesis{repounp40972, month = {January}, year = {2016}, title = {Karakteristik Dominan yang Membedakan Keluarga Miskin dan Keluarga Tidak Miskin Berdasarkan Rumah yang Ditempati di Kabupaten Pasaman Barat Menggunakan Analisis CHAID}, school = {Universitas Negeri Padang}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/40972/}, abstract = {Kemiskinan merupakan masalah yang kompleks tentang kesejahteraan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Untuk itu perlu suatu penelitian yang dapat memberikan informasi tentang keluarga miskin dengan melihat faktor-faktor yang terkait dengan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti variabel apa saja yang merupakan faktor-faktor dominan yang membedakan keluarga miskin dan tidak miskin berdasarkan rumah yang ditempati di Kabupaten Pasaman Barat. Pengelompokan keluarga miskin dengan tidak miskin didasarkan pada garis kemiskinan yaitu dengan pengeluaran perkapita sebesar Rp 311.657,- perbulan untuk Kabupaten Pasaman Barat. Keluarga dengan pengeluaran perkapita perbulan di bawah garis kemiskinan dikategorikan miskin dan sebaliknya. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode CHAID. Variabe-variabel bebas yang diamati adalah status penguasaan bangunan, jenis atap terluas, jenis dinding terluas, jenis lantai terluas, luas lantai, sumber air minum, penggunaan fasilitas air minum, cara memperoleh air minum, sumber air untuk mandi, penggunaan fasilitas tempat buang air besar, jenis kloset yang digunakan, dan sumber penerangan. Sedangkan variabel tak bebasnya adalah status ekonomi dengan kategori miskin dan tidak miskin. Berdasarkan hasil analisis CHAID, faktor dominan yang membedakan keluarga miskin dan tidak miskin berdasarkan rumah yang ditempati di Kabupaten Pasaman Barat adalah sumber air minum dan jenis atap terluas. Pertama sumber air minum, memisahkan keluarga menjadi tiga kelompok, yaitu (1) kelompok yang menggunakan sumber air minum dari sumur tak terlindungi, mata air terlindungi, sumur terlindungi, leding eceran (2) kelompok yang menggunakan sumber air minum dari air isi ulang, leding meteran, sumur bor/pompa (3) kelompok yang menggunakan sumber air minum dari mata air tak terlindungi, air sungai dan air hujan. Kedua jenis atap terluas, memisahkan keluarga menjadi dua kelompok yaitu (1) kelompok yang menggunakan atap terluas dari seng dan beton (2) kelompok yang menggunakan atap terluas dari ijuk/rumbia, sirap, genteng dan asbes}, author = {Asmona, Desi} }