<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Sistem Electric Power Steering (EPS)&#13;
Berbasis Mikrokontroller ATmega 8535&#13;
Pada Mobil Listrik.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Zikri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Zikri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Power Steering adalah sistem kemudi untuk membantu pengemudi&#13;
menyetir. Saat ini ada dua sistem power steering pada mobil-mobil di Indonesia.Yaitu Hydraulic Power Steering (HPS) dan Electric Power Steering (EPS).Permasalahan yang sering terjadi pada Hydraulic Power Steering (HPS) ini yaitu&#13;
kebocoran pada seal power steering sehingga minyak power steering akan berkurang yang menyebabkan sistem kemudi menjadi lebih berat. Electric Power Steering (EPS) ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan Hydraulic Power&#13;
Steering (HPS) yaitu EPS tidak menggunakan minyak atau cairan fluida untuk meringankan putaran stir melainkan menggunakan motor listrik sehingga tidak&#13;
adanya kebocoran seal pada power steering tersebut. &#13;
Sistem electric power steering (EPS) ini dirancang dengan menggunakan ATmega 8535 sebagai pusat kendali, sensor rotary encoder digunakan untuk input pembacaan pergerakan stir kekanan atau kekiri dan berapa lama putaran stir&#13;
dan menggunakan driver motor untuk mengontrol putaran motor EPS. Dengan pembacaan input sensor tersebut dapat diatur putaran motor kekanan atau kekiri.Putaran motor diatur dengan mengguanakan Pulse Width Modulation (PWM)&#13;
pada mikrokontroller dan di inputkan ke driver motor, sehingga motor berputar sesuai dengan input yang diberikan dan membuat sistem kemudi menjadi ringan. &#13;
Setelah dilakukan pengujian terhadap sistem electric power steering &#13;
(EPS) ini dapat diperoleh hasil pengujian yaitu terhadap sudut perputaran stir dan ban, perbedaan sudut yang diukur yaitu kenaikan dari sudut 45°. Perputaran stir&#13;
45° maka sudut pergerakan ban yang dihasilkan 2,5°. Pengukuran dilakukan sampai sudut 360° yang menghasilkan sudut pergerakan ban mencapai 20°. Sudut 360° adalah satu kali putaran stir, perputaran stir secara keseluruhan adalah tiga kali putaran, 1,5 putaran stir kekanan dan 1,5 putaran stir kekiri ketika diambil dari titik tengah.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2018-05-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik  Elektro FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>