<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Kesantunan Berbahasa Minangkabau dalam Tindak &#13;
Tutur Direktif antara Anak dan Orang Tua di Kenagarian Ikur &#13;
Koto Kecamatan Koto Tangah Padang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ingvi Asri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Vilayati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur &#13;
direktif, strategi bertutur, dan konteks situasi tutur yang digunakan antara anak &#13;
dan orang tua d Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah Padang.  &#13;
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode &#13;
deskriptif. Data penelitian ini diolah berdasarkan langkah-langkah berikut. &#13;
Pertama, mengumpulkan semua tuturan antara anak dan orang tuanya. Kedua, &#13;
mengelompokkan tuturan yang termasuk tindak tutur direktif. Ketiga, &#13;
mengidentifikasikan tuturan berdasarkan bentuk strategi bertutur dan konteks &#13;
situasi tutur. Keempat, menganalisis data. Kelima, menyimpulkan data. &#13;
Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, berdasarkan bentuk &#13;
ditemukan lima bentuk tindak tutur direktif yang digunakan antara anak dan orang &#13;
tua dalam bahasa Minangkabau di Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah Padang &#13;
yaitu, menyuruh, menyarankan, memerintah, menantang, dan memohon. Bentuk &#13;
tindak tutur direktif yang paling dominan digunakan adalah memerintah, &#13;
sedangkan yang paling sedikit adalah memohon. Kedua, berdasarkan strategi yang &#13;
digunakan ditemukan tiga strategi bertutur yang digunakan oleh anak dan orang &#13;
tuanya dalam bahasa Minangkabau di Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah Padang, &#13;
yaitu (1) terus terang tanpa basa-basi, (2) terus terang dengan basa-basi &#13;
kesantunan positif, (3) terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif. Strategi &#13;
bertutur yang paling dominan digunakan adalah strategi bertutur terus terang &#13;
dengan basa-basi kesantunan positif, sedangkan yang paling sedikit adalah strategi &#13;
bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif.  Ketiga, berdasarkan &#13;
konteks strategi yang digunakan, ditemukan empat konteks situasi tutur yang &#13;
digunakan oleh anak dan orang tuanya dalam bahasa Minangkabau di Ikur Koto &#13;
Kecamatan Koto Tangah Padang, yaitu (a) penutur lebih berkuasa (+K), sudah &#13;
akrab (+S), dan di depan umum (+P), (b) penutur lebih berkuasa (+K), sudah &#13;
akrab (+S), dan dilakukan secara  pribadi (-P), (c) penutur lebih rendah (-K), &#13;
sudah akrab (+S),  dan dilakukan di depan umum (+P), (d) penutur lebih rendah (&#13;
K), sudah akrab (+S), dan dilakukan secara pribadi (-P). Konteks situasi yang &#13;
paling dominan ditemukan adalah penutur lebih rendah (-K), sudah akrab (+S) &#13;
dan tuturan dilakukan secara pribadi (-P) dan yang paling sedikit ditemukan &#13;
adalah penutur lebih berkuasa (+K), sudah akrab (+S), dan tuturan dilakukan &#13;
didepan umum (+P). Dengan demikian tindak tutur direktif yang digunakan anak &#13;
dan orang tua di Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah Padang termasuk dalam &#13;
kategori kurang santun karena dari segi bentuk bertutur, anak cenderung &#13;
menggunakan bentuk memerintah yang seharusnya dilakukan oleh orang tua.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">P Philology. Linguistics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2012</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Bahasa dan Sastra Inggris FBS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>