<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Rancang Bangun Alat Penggiling   &#13;
Biji Kopi Berbasis Mikrokontroler&#13;
ATMega 8535</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Susandy Satrio</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wibiso</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Indonesia merupakan negara produsen kopi terbesar ke-4 di dunia, Sebagai negara produsen, ekspor kopi merupakan sasaran utama dalam memasarkan produk-produk kopi yang dihasilkan Indonesia. Seiring perkembangan teknologi dan perubahan jaman telah terjadi peningkatan kesejahteraan dan perubahan gaya hidup masyarakat, yang pada akhirnya&#13;
mendorong terhadap peningkatan konsumsi kopi didalam negeri, dimana saat ini kopi dijual dengan harga yang tinggi, sehingga banyak bermunculan kafe dan kedai kopi yang menyajikan kopi sebagai menu andalannya. Ada&#13;
beragam jenis minuman kopi yang tersedia di kedai – kedai kopi, dalam pembuatannya pun membutuhkan beberapa alat salah satunya yaitu penggiling biji kopi, Namun alat penggiling biji kopi yang ada saat ini masih semi otomatis, bahkan masih ada yang manual, sehingga harus ditimbang lagi&#13;
setelah biji kopi digiling dan itu memakan banyak waktu. Tujuan dari alat penggiling biji kopi ini adalah merancang dan membuat alat penggiling biji kopi yang otomatis dalam penakaran berbasis Mikrokontroler. &#13;
Proses penggilingan biji kopi bekerja secara otomatis dengan&#13;
menggunakan sensor sebagai pendeteksi hasil gilingan kopi dan juga sebagai input untuk mikrokontroler. Loadcell, keypad, LCD, motor servo dan motor AC merupakan input dan output sistem, dimana keandalan kontrol dari sistem&#13;
ini ditunjang dengan Mikrokontroler ATMega 8535 sebagai pusat kontrol.  Setelah dilakukan pengujian dan analisa data berdasarkan rumus yang digunakan, maka didapatlah kesimpulan bahwa alat ini memiliki tingkat kesalahan keakuratan dalam hasil gilingan yaitu untuk berat kopi 10 gram&#13;
memiliki rata-rata kesalahan sebesar 18 % dengan rata-rata waktu&#13;
penggilingan 4,9 detik, untuk berat kopi 20 gram kopi memiliki rata-rata&#13;
kesalahan 9 % dengan waktu penggilingan 6,6 detik, untuk berat kopi 30 gram memiliki rata-rata kesalahan 4,6 % dengan rata-rata waktu penggilingan 8,8 detik, untuk berat kopi 40 gram memiliki rata-rata kesalahan 3,5 %&#13;
dangan rata-rata waktu penggilingan 11 detik dan untuk berat kopi 50 gram memiliki rata-rata kesalahan 3,2 % dengan rata-rata waktu penggilingan 13,3 detik. Berdasarkan keadaan tersebut pengukuran dan pengujian kerja alat&#13;
secara keseluruhan maka alat bisa dikatakan dapat bekerja dengan baik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2016-06-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik  Elektro FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>