%T Evaluasi dengan Discrepancy Model pada Proses Pembelajaran Memperbaiki Sistem Starter dan Sistem Pengisisan di SMK N 2 Sijunjung. %I Universitas Negeri Padang %L repounp40840 %A Asril Arif %X Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesenjangan yang terjadi pada proses pembelajaran pada mata pelajaran Memperbaiki Sistem Starter dan Sistem Pengisian di SMK N 2 Sijunjung. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan memakai metoda kombinasi kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan pendekatan diskriptif evaluatif. Model penelitian ini adalah penelitian evaluatif dengan discrepanscy model yaitu model evaluasi untuk mengukur adanya perbedaan antara yang seharusnya dicapai (kondisi ideal) yang sesuai standar proses pendidikan dengan yang sudah dicapai (kondisi ril). Pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan angket, observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data hasil penelitian menggunakan teknik triangulasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan data kualitatif model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis deskriptif terhadap data dan analisis naratif kualitatif didapatkan bahwa input dalam proses pembelajaran ditinjau dari pengetahuan awal peserta didik dalam kategori cukup, fasilitas pembelajaran dalam kategori baik, perencanaan pembelajaran dalam kategori baik. Proses ditinjau dari motivasi peserta didik dalam kategori baik, iklim belajar dalam kategori cukup, dan sikap peserta didik dalam kategori baik. Output berupa hasil belajar peserta didik dalam kategori baik. Kesenjangan yang terjadi ditemukan pada variabel proses yaitu indikator rasa kebersamaan dan persaudaraan peserta didik dengan kategori rendah. Secara keseluruhan belum terjadi kesenjangan pada proses pembelajaran memperbaiki sistem starter dan sistem pengisian di SMK N 2 Sijunjung. Oleh karena itu direkomendasikan melakukan langkah perbaikan: (1) Mengembangkan rencanaan belajar yang baik berpedoman kepada standar proses dan standar kerja di dunia usaha dan dunia industri (2) Membentuk sikap peserta didik dengan cara memberikan contoh yang baik (ketauladanan) dan membangun kinerja yang sinergi antar semua komponen sekolah (3) Mengembangkan rencana belajar secara kooperatif dan kolaboratif antara guruguru mata pelajaran sejenis. (4) Meningkatkan kompetensi profesional guru-guru pada spesialis tertentu, yang dapat mengembangkan unit produksi sekolah melalui penataran, pelatihan, magang di industri, muasyawarah antara guru sejenis.(5) Mengembangkan instrument tes yang dapat menjaring minat dan bakat peserta didik sesuai dengan kompetensi keahlian yang dipilihnya ketika penerimaan peserta didik baru (6) Melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan standar proses (7) Melaksanakan penilaian hasil belajar sesuai dengan kaidah authentic assessment dan standar penilaian. %K PROSES PEMBELAJARAN, SISTEM PENGISIAN %D 2012