%0 Thesis %9 Masters/Tesis %A Arpenas, Arpenas %A Universitas Negeri Padang, %B Pendidikan Teknologi dan Kejuran S2 UNP %D 2014 %F repounp:40783 %I Universitas Negeri Padang %K PEMBELAJARAN PRAKTEK KERJA, TEKNIK KONSTRUKSI KAYU %T Evaluasi Pembelajaran Praktek Kerja Kayu Bidang Keahlian Teknik Konstrusi Kayu Menggunakan Model CIPP di SMK N 2 Sungai Penuh. %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/40783/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan berbagai kendala dalam Pembelajaran Praktek Kerja Kayu di SMK N 2 Sungai Penuh dilihat dari beberapa komponen dengan menggunakan model Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, dan Product) Penelitian ini termasuk dalam penelitian Evaluatif Deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Metodologi yang digunakan adalah metode kombinasi (mixed methods), yaitu metode penelitian yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif secara berimbang, metode digunakan secara bersama-sama dalam waktu yang sama untuk menjawab rumusan masalah yang sejenis. Berdasarkan analisis data yang dilakukan untuk mengevaluasi Pembelajaran Praktek Kerja Kayu di SMKN 2 Sungai Penuh Dengan Menggunakan Model CIPP, didapatkan hasil kompenen Context (konteks) tergolong kategori cukup baik (76,6%), sedangkan data kualitatif yang didapatkan dari hasil wawancara memperkuat dan membuktikan data kuantitatif sehingga dapat disimpulkan bahwa temuan hasil penelitian mendukung data kuantitatif. Kompenen Input (masukan) tergolong kategori baik (85,8%), sedangkan data kualitatif yang didapatkan dari hasil wawancara memperkuat dan membuktikan data kuantitatif sehingga dapat disimpulkan bahwa temuan hasil penelitian mendukung data kuantitatif. Kompenen Process (Proses) tergolong kategori baik (85,8%), sedangkan data kualitatif yang didapatkan dari hasil wawancara memperkuat dan membuktikan data kuatitatif sehingga dapat disimpulkan bahwa temuan hasil penelitian mendukung data kuantitatif. Kompenen Product (hasil) yang mencakup hasil belajar siswa dan hasil praktek siswa, dari data dokumentasi dokumentasi hasil belajar siswa 67,4% yang tutas dan memenuhi KKM tergolong kategori cukup, sedangkan data kuanlitatif yang didapatkan dari hasil wawancara memperkuat dan membuktikan data kuatitatif sehingga dapat disimpulkan bahwa temuan hasil penelitian mendukung data kuantitatif.