<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Evaluasi Program Pendidikan Inklusi di SMK N 6 Padang.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Arlina</mods:namePart><mods:namePart type="family">Arlina</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Hasil survei awal menyatakan bahwa terdapat permasalahan terkait pelaksanaan program pendidikan inklusi yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pelaksanaan program pendidikan Inklusi di SMK N 6 Padang, mengenai aspek input (antecedent), aspek proses (transaction) dan aspek output. Penelitian ini menggunakan model Evaluasi Program Stake’s Countenance, metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan informan penelitian kepala sekolah, guru, siswa inklusi SMK N 6 Padang,pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data, langkah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap input (a) Peserta Didik, telah diberikan kesempatan belajar tanpa diskriminasi (b) Kurikulum belum dikembangkan dengan efektif (c) Tidak ada Guru Pendamping Khusus, (d) Sarana dan Prasarana, belum tersedia sesuai setting pembelajaran inklusi, (e) Pendanaan hanya pada tahap awal dan tidak berkesinambungan. Pada Tahap Proses (Transaction) terkait dengan (a) Sebagian besar guru belum memiliki perencanaan pembelajaran modifikasi untuk mengakomodir kebutuhan ABK (b) Terdapat ketimpangan dalam proses pembelajaran yang tidak sesuai dengan aturan sekolah inklusi, c) Penerapan prinsip pembelajaran inklusi masih belum optimal. Pada Tahap Output (a) Keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan bermutu tanpa diskriminasi kepada siswa belum tercapai, sekolah belum mampu sepenuhnya menjalankan tugasnya dalam mengembangkan potensi yang dimiliki ABK, (b) Guru hampir tidak pernah melaksanakan remedial untuk siswa ABK, Siswa ABK yang telah menamatkan pendidikan dan mengikuti ujian nasional berhak mendapatkan Ijazah dan STTB yang dikeluarkan pemerintah setara dengan anak reguler lainnya.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">LB1603 Secondary Education. High schools</mods:classification><mods:classification authority="lcc">LC Special aspects of education</mods:classification><mods:classification authority="lcc">LC5201 Education extension. Adult education. Continuing education</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2014</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Teknologi dan Kejururan S2 UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>