<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Kestabilan Lubang Bukaan Decline Channel&#13;
(CH) 677 Blok Cikoneng PT. Cibaliung Sumberdaya</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Annisa</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hanim. D</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian dilakukan pada tambang bawah tanah PT Cibaliung Sumberdaya,&#13;
Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Penelitian berfokus&#13;
pada analisis terhadap kestabilan lubang bukaan pada penambangan emas dan&#13;
perak. Kandungan endapan low sulphidhation yang akan ditambang berada pada&#13;
kedalaman 30-300 meter. Kegiatan penambangan dilakukan dengan sistem&#13;
penambangan bawah tanah menggunakan metode cut and fill. Pembuatan lubang&#13;
bukaan berupa decline dan front penambangan, mengakibatkan kestabilan daerah&#13;
penambangan terganggu. Perusahaan menetapkan Faktor Keamanan (FK) = 2 untuk&#13;
daerah decline. Setelah dilakukan penyanggaan, pergerakan deformasi batuan pada&#13;
lokasi decline tetap diamati menggunakan konvergenmeter. Secara detail area&#13;
pengamatan dilakukan di decline Cikoneng CH 677 yang berada di antara crosscut&#13;
6 hingga crosscut 8 dengan nilai kualitas massa batuan (RMR) sebesar 31 dan lebar&#13;
decline 4,2 m. Dari hasil pengamatan, lubang bukaan mengalami benjolan di&#13;
dinding kiri dan retakan pada shotcrete. Hasil pemantauan konvergen komulatif&#13;
menunjukkan besar perpindahan mencapai 32,285 mm dengan kecepatan&#13;
perpindahan terbesar 1,718 mm/hari. Hasil pemodelan 2 D dan berdasarkan teori&#13;
konvergen, lubang bukaan dikategorikan tidak stabil. Untuk itu dilakukan analisis&#13;
kestabilan lubang bukaan menggunakan bantuan software Phase 2 dengan kriteria&#13;
runtuhan Hoek-Brown. Simulasi menghasilkan sistem penyanggaan menggunakan&#13;
rock bolt jenis split set sepanjang 2,4 meter sebanyak 5 buah di dinding kiri dan 5&#13;
buah di dinding kanan dengan spasi 0,8 m serta menggunakan shotcrete di dinding&#13;
kiri dengan ketebalan 100 mm.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2019-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>