%T Studi Sebaran Tingkat Bahaya Longsor di Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam %I Universitas Negeri Padang %A Irma Irma %X Tujuan penelitian ini adalah untuk:1)mengetahui karakteristik lahan (kemiringan lereng, tekstur tanah, solum tanah, kedalaman pelapukan batuan, keterdapatan mata air, curah hujan, dan penggunaan lahan) di Kecamatan Palupuh, 2)mengetahui tingkat bahaya longsor di Kecamatan Palupuh, dan 3)mengetahui sebaran tingkat bahaya longsor di Kecamatan Palupuh. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa topografi daerah penelitian memiliki kemiringan lereng mulai dari landai sampai curam dengan penggunaan lahan bervariasi yaitu belukar, kebun campuran, permukiman, sawah, dan hutan. Tanah daerah penelitian memiliki tekstur geluh yang dominan dengan kedalaman solum tanah sedang. Kedalaman pelapukan batuan tergolong dalam, umumnya daerah penelitian memiliki mata air dan jalur rembesan. Curah hujan daerah penelitian berdasarkan data curah hujan tergolong sangat tinggi. Tingkat bahaya longsor di Kecamatan Palupuh tergolong tingkat bahaya longsor rendah dengan luas 9.748,96 ha, tingkat bahaya longsor sedang dengan luas 1.336,82 ha, dan tingkat bahaya longsor tinggi dengan luas 12.530,72 ha. Tingkat bahaya longsor rendah dan tinggi tersebar pada seluruh nagari yang ada di Kecamatan Palupuh,yaitu Nagari Pasia Laweh, Nagari Nan Tujuah, Nagari Koto Rantang, dan Nagari Pagadih, sedangkan tingkat bahaya longsor sedang tersebar pada dua nagari di Kecamatan Palupuh yaitu Nagari Pasia Laweh dan Nagari Pagadih. Tingkat bahaya longsor tinggi terluas terdapat pada Nagari Koto Rantang yaitu 77,69% dari luas Nagari Koto Rantang keseluruhan, sedangkan tingkat bahaya longsor rendah terluas terdapat pada Nagari Nan Tujuah yaitu 59,12% dari luas Nagari Nan Tujuah keseluruhan. %L repounp40648 %D 2016