<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Efek Rembesan Air Sungai Lawai terhadap&#13;
Kestabilan Rencana Lereng dengan Metode Morgenstern-&#13;
Price pada Low Wall Tambang Air Laya Blok Barat PT.&#13;
Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim, Sumatera Selatan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Triliani</mods:namePart><mods:namePart type="family">Utami</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>PT. Bukit Asam Tbk. menggunakan sistem penambangan terbuka dengan&#13;
metode open pit. Kegiatan penambangan pada suatu lereng akan menyebabkan&#13;
terjadinya berubahan gaya-gaya yang dapat menimbulkan kelongsoran.&#13;
Timbulnya longsoran dikarenakan gaya penggerak lebih besar dari gaya penahan.&#13;
Lereng adalah salah satu faktor terpenting dalam kegiatan penambangan sehingga&#13;
diperlukannya analisis mengenai kestabilan lereng. Kestabilan lereng juga&#13;
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu salah satunya hidrogeologi.&#13;
Rembesan berpeluang terjadi pada daerah penelitian di low wall pit&#13;
Tambang Air Laya (TAL), karena terdapat sungai lawai di puncak lereng pada&#13;
elevasi +47 meter yang dapat berefek terhadap kestabilan lereng pit tersebut.&#13;
Sehingga diperlukannya analisis efek rembesan air sungai lawai terhadap&#13;
kestabilan rencana lereng. Analisis dilakukan menggunakan metode Morgenstern&#13;
Price dengan bantuan software geoteknik. Data input yang diperlukan berupa data&#13;
jenis material penyusun lereng, permeabilitas batuan/tanah penyusun, kadar air&#13;
volumetrik dan data hasil uji sifat fisik dan mekanik material. Analisis rembesan&#13;
dan kestabilan lereng disimulasikan pada 3 (tiga) kondisi sungai yaitu sungai&#13;
kering, sungai terisi partial dan sungai terisi penuh. Hasil dari analisis rembesan&#13;
berupa nilai debit rembesan dan hasil dari analisis kestabilan lereng berupa faktor&#13;
keamanan lereng.&#13;
Debit rembesan saat kondisi sungai kering adalah 8.131x10-6 m3/s dengan&#13;
FK 1.259, saat kondisi partial adalah 2.492x10-4 m3/s dengan FK 1.171 dan saat&#13;
kondisi sungai penuh adalah 4.792x10-4 m3/s dengan FK 1.110 sehingga dapat&#13;
disimpulkan rembesan air sungai berefek terhadap kestabilan lereng, semakin&#13;
besar nilai debit rembesan semakin kecil nilai FK dan sebaliknya semakin kecil&#13;
nilai debit rembesan semakin besar nilai FK. Selain itu permeabilitas material&#13;
penyusun juga berpengeruh terhadap rembesan. Geometri rancangan lereng yang&#13;
direncanakan setelah mendapat efek dari rembesan masih belum aman sehingga&#13;
diperlukan rekomendasi geometri lereng dengan melandaikan sudut lereng,&#13;
penambahan jenjang, pengurangan beban puncak sekitar 556.43 m2/m dan&#13;
menjaga ketinggian air sungai lawai pada elevasi maksimal +53 meter atau&#13;
dengan kedalaman maksimal 6 (enam) meter.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2019-07</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>