%T Kondisi Pencemaran Batang Arau Kota Padang %I Universitas Negeri Padang %L repounp40608 %A Nurida Sudiarti %X Penelitian ini ditulis untuk mengetahui: 1) Bagaimana kondisi fisik air Batang Arau (TSS, warna, rasa, bau, kekeruhan dan suhu). 2) Bagaimana kondisi kimia air Batang Arau (pH, COB, BOD dan NH3-N). Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan ekologi. Penentuan lokasi titik sampel di lapangan adalah dengan menggunakan metode Base Line (yang dikembangkan oleh Hadi, A. 2007. Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan). Pengambilan sampel air di lapangan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Metode Pengambilan Contoh Air Permukaan. Baku mutu mutu kualitas air menggunakan teknik Matching berdasarkan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Kondisi fisika air: Total Suspended Solid air Batang Arau mulai dari daerah Lubuk Paraku sampai Jembatan Siti Nurbaya tergolong mutu air kelas I (air baku untuk air minum). 2) Kondisi kimia: pH air Batang Arau masuk ke dalam mutu air kelas I, kelas II, kelas III dan kelas IV. Kondisi COD air Batang Arau tergolong mutu air kelas II (air yang dapat digunakan sebagai sarana dan prasarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman). Kondisi BOD air pada Lubuk Paraku sampai Batung Taba, kondisi BOD air Batang Arau masih tergolong ke dalam baku mutu air kelas II. Namun karena terdapat faktor pembatas (kandungan BOD pada Jembatan Siti Nurbaya tidak memenuhi untuk baku mutu air kelas II), maka kondisi BOD air Batang Arau tidak dapat di kategorikan sebagai peruntukan air kelas II. %K KONDISI PENCEMARAN BATANG ARAU %D 2014