<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Penerapan Strategi Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas XI SMAN 10 Padang Tahun Pelajaran 2011/2012</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Lusi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wulandari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kurang terlatihnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa&#13;
berdampak pada rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Ketika diberikan&#13;
soal rutin, siswa akan langsung dapat menjawab, namun ketika dihadapkan pada&#13;
soal-soal tidak rutin atau soal pemecahan masalah yang membutuhkan&#13;
pemahaman dan penalaran lebih, siswa akan bingung dalam menjawab. Melihat&#13;
permasalahan tersebut maka upaya yang diperkirakan dapat meningkatkan&#13;
kemampuan pemecahan masalah siswa adalah melalui Penerapan Strategi&#13;
Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS)  dalam proses pembelajaran&#13;
matematika. Penelitian  ini  bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan&#13;
pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan strategi TAPPS lebih&#13;
baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar&#13;
dengan pembelajaran konvensional.&#13;
Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen dengan rancangan&#13;
The static-Group Comparison: Randomized Control Group Only Design.&#13;
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 10 Padang Tahun&#13;
Pelajaran 2011/2012. Penentuan sampel dilakukan secara acak. Kelas&#13;
terpilih sebagai kelas eksperimen dan kelas sebagai kelas kontrol.&#13;
Instrumen penelitian adalah tes akhir belajar yang diberikan kepada kedua kelas&#13;
sampel. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t dengan software&#13;
minitab.&#13;
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan: bahwa kemampuan&#13;
pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan strategi TAPPS lebih&#13;
baik dari pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar&#13;
dengan pembelajaran konvensional, pada kelas eksperimen diperoleh rata-rata&#13;
75,87 dan kelas kontrol dengan rata-rata 65,98 dan perkembangan kemampuan&#13;
siswa kelas eksperimen yang paling baik adalah pada tahap memahami masalah.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QA Mathematics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2012-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Matematika FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>