relation: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/40554/ title: Aplikasi Sensor TGS 2600 pada Sistem Sirkulasi Udara Ruangan Rumah Berbasis Fuzzy Logic creator: Febriandi, Feri subject: TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering description: Pencemaran udara di dalam ruangan terjadi karena banyaknya aktifitas di dalam ruangan yang mampu menimbulkan pencemaran udara dari sumber yang beragam. Asap rokok, asap proses memasak, dan gas buang kendaraan merupakan sumber pencemaran udara di dalam ruangan. Kadar gas CO diatas 10 ppm akan berdampak buruk terhadap kesehatan. Kadar gas CO mampu mengikat kadar Hb darah. Semakin besar gas CO yang ada di dalam darah maka semakin besar resiko yang akan terjadi, diantaranya kangker tenggorokan, jantung, gangguan paru-paru dan menyebabkan kematian pada level tertentu. Kebersihan udara di dalam ruangan rumah harus terjaga dari paparan gas CO. Dengan adanya sirkulasi udara yang baik maka mampu meminimalisir dampak dan bahaya dari gas CO yang ada di dalam ruangan. Adapun tujuan dari sistem sirkulasi udara ini adalah merancang dan mambuat sistem sirkulasi udara di ruangan rumah menggunakan mikrokontroller ATmega 32 sebagai pengendali kecepatan putaran fan DC sesuai kadar gas Carbonmonoxide yang dideteksi sensor TGS 2600 di ruangan berbasis kendali logika fuzzy.Sirkulasi udara di dalam ruangan ini menggunakan sensor TGS-2600 sebagai pendeteksi gas CO. Motor DC,fan DC, dan LCD(Liquid Crystal Display),merupakn output dari sistem dimana sistem akan dikontrol dengan menggunakan fuzzy logic. Hasil pengujian sistem sirkulasi udara dalam ruangan ini dapat dilihat saat sensor mendeteksi gas CO lebih dari 10 ppm terhadap gas CO dari sumber pencemaran asap rokok, gas buang kendaraan, dan asap proses memasak. Dari hasil pengujian didapatkan hasil pembacaan sensor maksimal 18 ppm. Dengan besarnya error yaitu 8 dan delta error 1 maka kecepatan putaran fan DC yaitu maksimal dengan tegangan rata-rata fan DC yaitu 12 Volt.Saat pembacaan 14 ppm besarnya error yaitu 4 dan delta error yaitu 1 maka kecepatan putaran fan DC berada pada level 2 dengan tegangan rata-rata yaitu 8,79 Volt. Apabila kadar gas CO di dalam ruangan mencapai set point yaitu 10 ppm maka pengharum ruangan akan aktif. Sistem akan terus berjalan sampai tombol off ditekan. Berdasarkan hasil pengujian tersebut maka sistem sirkulasi udara ini bisa dikatakan bekerja dengan baik. date: 2015-02-08 type: Thesis type: NonPeerReviewed format: text language: en identifier: https://repository.unp.ac.id/id/eprint/40554/1/final_B1_03_FERI_FEBRIANDI_287_2015.pdf identifier: Febriandi, Feri (2015) Aplikasi Sensor TGS 2600 pada Sistem Sirkulasi Udara Ruangan Rumah Berbasis Fuzzy Logic. Diploma/Tugas Akhir thesis, Universitas Negeri Padang.