<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Studi Perbandingan Perilaku Struktur Bangunan Gedung&#13;
A Dekanat Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang&#13;
Menggunakan Kolom Persegi Dengan Kolom Bulat&#13;
berdasarkan SNI 1727:2019 dan SNI 2847:2019</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nofri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Priandika</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Perencanaan struktur bangunan gedung terdiri dari beberapa elemen struktur&#13;
seperti: balok, kolom, pelat, dinding geser dan fondasi. Pada umumnya,&#13;
perencanaan struktur bangunan gedung di Indonesia banyak menggunakan kolom&#13;
persegi sebagai elemen struktur vertikalnya. Salah satu faktor utama yang paling&#13;
menentukan dalam perencanaan struktur adalah kemampuan bangunan tersebut&#13;
dalam menahan beban gempa. Hal tersebut diperlukan untuk menjamin&#13;
keselamatan dalam aspek kekuatan, stabilitas, kemampuan layan, durabilitas dan&#13;
integritas struktur Ironisnya fenomena gempa yang terjadi di lapangan menunjukan&#13;
bangunan banyak mengalami kerusakan-kerusakan. Penelitian ini dilakukan untuk&#13;
mengetahui perbandingan perilaku struktur gedung Dekanat A menggunakan&#13;
kolom persegi dengan kolom bulat dengan luasan yang relatif sama. Kemudian&#13;
dilakukan perbandingan jumlah tulangan kolom bulat dengan kolom persegi. Dari&#13;
hasil analisis diperoleh simpangan antar lantai pada kolom persegi lebih besar dari&#13;
kolom bulat dikarenakan semakin kecil nilai kekakuan maka simpangan yang&#13;
terjadi semakin besar. Faktor yang mempengaruhi gaya dalam suatu perencanaan&#13;
adalah nilai kekakuan, karena semakin besar nilai kekakuan maka gaya dalam yang&#13;
terjadi semakin besar juga. Berdasarkan gaya dalam dan juga kapasitas pada balok&#13;
didapatkan tulangan tumpuan dan lapangan tidak terlalu berbeda, sedangkan untuk&#13;
penulangan kolom bulat memiliki tulangan longitudinal 18D 25 dan kolom persegi&#13;
20D 25, dapat dikatakan jumlah tulangan kolom persegi lebih sedikit dari kolom&#13;
bulat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TH Building construction</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2022-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Sipil FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>