%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Lestari, Novianti %A FIS UNP, %B Pendidikan Geografi FIS UNP %D 2016 %F repounp:40364 %I Universitas Negeri Padang %K STRATEGI KELANGSUNGAN HIDUP %T Strategi Kelangsungan Hidup Rumah Tangga Pendulang Timah Tradisional (Studi Kasus Pendulang Timah di Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau) %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/40364/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang: (1) pendapatan rumah tangga pendulang timah di Kecamatan Singkep Kepulauan Riau, (2) pemenuhan kebutuhan pokok rumah tangga pendulang timah tradisional di Kecamatan Singkep Kepulauan Riau, (3) strategi kelangsungan hidup rumah tangga pendulang timah tradisional di Kecamatan Singkep Kepulauan Riau Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif. informan penelitian ini adalah pendulang timah tradisional terdiri dari kepala keluarga dan istri pendulang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menemukan: (1) Pendapatan pokok rumah tangga pendulang timah tradisional yang berusia kurang dari 55 tahun berkisar dari Rp 800.000,00 sampai 1.800.000,00 per bulan dan yang berusia kurang dari 55 tahun Rp 700.000,00 sampai Rp 1.200.000,00 per bulan (2) Pendapatan dari mendulang hanya bisa memenuhi kubutuhan pokok keluarga terutama kebutuhan pangan akan tetapi belum memenuhi standar gizi dan pemenuhan kebutuhan lainnya hanya terbatas. (3) Untuk mengatasi rendahnya pendapatan dari mendulang dan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga diluar kebutuhan pokok maka strategi yang dilakukan pendulang timah diantaranya adalah: (a) rumah tangga yang berusia kurang dari 55 tahun melakukan strategi aktif yaitu dengan melakukan kerja sampingan untuk menambah pendapatan dan melibatkan istri bekerja, kemudian strategi pasif yaitu melakukan pola hidup hemat dengan penekanan biaya konsumsi, dan strategi jaringan yaitu meminjam uang dan berhutang kebutuhan pokok, (b) rumah tangga yang berusia diatas 55 tahun melakukan strategi aktif hanya dengan melibatkan istri bekerja, strategi pasif dengan menghemat biaya konsumsi dan strategi jaringan yang dilakukan yaitu dengan berhutang ke warung hanya untuk kebutuhan pokok sehari-hari.