<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Kerinci&#13;
Sebagai Bahan Tambahan pada Campuran&#13;
Beton</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Jilan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Islami</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Limbah kulit kopi merupakan limbah organik hasil dari penggilingan buah kopi&#13;
oleh masyarakat Kecamatan Pesisir Bukit Kota Sungai Penuh-Kerinci yang belum di&#13;
manfaatkan secara optimal. Limbah kulit kopi dapat di maanfaatkan kembali dalam&#13;
bidang konstruksi yaitu sebagai bahan tambahan pada campuran beton yang di&#13;
harapkan dapat meningkatkan kekuatan, menghasilkan beton padat dan keras&#13;
dengan cara kulit kopi di bakar kemudian di haluskan. Tujuan penelitian ini adalah&#13;
untuk mengetahui pengaruh kulit kopi yang telah di haluskan sebagai bahan&#13;
tambahan terhadap kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur pada beton normal.&#13;
Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dalam data kuantitatif&#13;
dengan sifat data kontinum. Benda uji yang di pakai berjumlah 32 buah, bentuk&#13;
benda uji yang digunakan silinder ukuran 150x300 mm untuk pengujian kuat tekan,&#13;
kuat tarik belah dengan mesin Compression Testing Machine dan balok ukuran 150x&#13;
150x530 mm untuk pengujian kuat lentur dengan mesin uji Universal Testing&#13;
Machine. Hasil pengujian di dapatkan nilai slump benda uji silinder normal, 5%, 10%&#13;
dan 15% kulit kopi yaitu 105,80,75,70 mm. Nilai slump benda uji balok normal, 5%,&#13;
10% dan 15% kulit kopi yaitu 100,80,65,60 mm masuk dalam rentang rencana nilai&#13;
slump yaitu 60-180 mm. Berat jenis benda uji normal, 5%, 10% dan 15% masuk&#13;
dalam kategori beton normal dalam rentang 2200-2500 kg/m³. Pengujian benda uji&#13;
di dapatkan hasil kuat tekan beton normal yaitu 21,6 MPa, untuk benda uji kulit kopi&#13;
5%, 10% dan 15% yaitu 17,8 MPa, 17,7 MPa dan 11,9 MPa. Kekuatan tarik belah&#13;
benda uji normal 2,0 MPa, benda uji kulit kopi 5%, 10% dan 15% rata-rata kuat tarik&#13;
belahnya adalah 1,8 MPa, 1,4 MPa dan 1,3 MPa. Pengujian kuat lentur benda uji&#13;
balok yang di beri 2 titik pembebanan di dapatkan nilai rata-rata benda uji normal&#13;
adalah 1,39 MPa, balok kulit kopi 5%, 10% dan 15% di dapatkan rata-rata kuat lentur&#13;
1,23 MPa, 1,18 MPa dan 1,02 MPa.&#13;
Dari hasil pengujian dapat di simpulkan bahwa kulit kopi yang di tambahkan ke&#13;
dalam benda uji tidak dapat meningkatkan kekuatan dan mengalami penurunan&#13;
kekuatan dari benda uji normal. Penurunan kekuatan terjadi karena kandungan CaO&#13;
pada kulit kopi yang telah di haluskan cukup tinggi dan kulit kopi yang halus yang&#13;
dapat membuat senyawa CaOH2 bertambah dan sulit untuk di ikat oleh semen&#13;
ketika bereaksi dengan air, maka kandungan CaOH2 tidak dapat membentuk&#13;
senyawa CHS yaitu senyawa padat untuk mengisi pori beton sehingga daya ikat&#13;
beton berkurang dan kekuatan beton juga menurun</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TH Building construction</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2022-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Sipil FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>