@phdthesis{repounp40289, month = {January}, year = {2023}, title = {Studi Gelombang Kejut pada Simpang Bersinyal (Studi Kasus: Simpang Jalan Jend. Sudirman - Jalan Rasuna Said dan Jalan KIS Mangunsarkoro - Jalan Ujung Gurun Kota Padang)}, school = {Universitas Negeri Padang}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/40289/}, abstract = {Ketidaksesuaian durasi lampu lalu lintas dengan kondisi arus lalu lintas yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya peristiwa gelombang kejut yaitu meningkatnya kepadatan arus lalu lintas dan berkurangnya kecepatan kendaraan ketika lampu merah menyala sehingga terjadi antrian yang panjang. Dengan menggunakan metode Greenshield untuk menemukan hubungan matematis arus, kecepatan dan kepadatan yang kemudian akan digunakan untuk menghitung nilai gelombang kejut ?ab, ?cb, dan ?ac yang dihitung dengan 2 metode yaitu metode Headway dan MKJI 1997. Nilai gelombang kejut yang didapat adalah pada Jalan Jenderal Sudirman dengan menggunakan metode headway di peroleh nilai gelombang kejut sebesar ?ab = -2,9 km/jam, ?cb = - 23,4 km/jam, dan ?ac = 20,6 km/jam dengan nilai MAPE sebesar 6,41\%. Sedangkan dengan MKJI 1997 didapat nilai gelombang kejut ?ab = -2,8 km/jam, ?cb = -24,5 km/jam, dan ?ac = 21,5 km/jam dengan nilai MAPE sebesar 2,61\%. Pada Jalan Rasuna Said dengan menggunakan metode headway nilai gelombang kejut sebesar ?ab = -3,4 km/jam, ?cb = -20,8 km/jam, dan ?ac = 17,9 km/jam dengan nilai MAPE sebesar 0,76\%. Sedangkan dengan MKJI 1997 nilai gelombang kejut ?ab = -2,7 km/jam, ?cb = -20,3 km/jam, dan ?ac = 17,9 km/jam dengan nilai MAPE sebesar 0,78\%. Berdasarkan hasil analisa didapatkan disimpulkan bahwa nilai gelombang kejut yang dihasilkan memiliki nilai yang tinggi yang menggambarkan bahwa tingkat kemacetan yang dihasilkan sangat tinggi. Hal ini diperlukan penyesuaian durasi lampu merah kembali.}, author = {Nopriyanti, Lensi}, keywords = {Gelombang kejut, Greenshield, Headway, EMP, waktu pernomalan} }