%T Tinjauan Optimalisasi Waktu dan Biaya Pada Proyek Pembanguna Gedung Laboratorium FIS Universitas Negeri Padang Menggunakan Software Microsoft Project %I Universitas Negeri Padang %L repounp40194 %A Endari Sulastri %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seringnya terjadi keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi, terlebih lagi jika metode kerja yang digunakan kurang efektif dan sering terjadi keterlambatan suplai material. Untuk itu perlu dilakukan percepatan untuk mengatasi atau meminimalkan keterlambatan melalui optimalisasi waktu kerja. Salah satu cara mengoptimalkan waktu kerja adalah dengan menambah jam kerja/lembur. Penambahan jam kerja/lembur tentu akan mengakibatkan penambahan biaya proyek sehingga perlu dilakukan analisis terhadap penambahan waktu dan biaya proyek tersebut agar dapat ditentukan waktu dan biaya optimum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penambahan waktu kerja dan biaya proyek optimum pada proyek pembangunan Gedung Laboratorium FIS UNP. Penelitian dilakukan melalui analisis item pekerjaan dan waktu kerja untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan menggunakan software Microsoft Project untuk mengetahui lintasan kritis pada pekerjaan tersebut. Setelah diketahui lintasan kritisnya maka pekerjaan dapat dipercepat dengan menggunakan metode Crashing Program dengan cara menambah jam kerja (lembur). Ada 3 alternatif penambahan jam kerja (lembur) yang dianalisis, yaitu penambahan jam kerja selama 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Hasil analisis menunjukkan bahwa waktu optimum proyek akan tercapai melalui penambahan jam kerja (lembur) selama 2 jam. Dengan penambahan jam kerja (lembur) selama 2 jam, percepatan durasi pekerjaan yang berada pada lintasan kritis adalah 18 hari sehingga waktu proyek yang semula 203 hari berkurang menjadi 185 hari. Penambahan biaya upah proyek untuk pekerjaan yang berada di lintasan kritis adalah Rp 138.939.507,01 sehingga nilai proyek yang awalnya Rp 22.345.104.951,33 bertambah menjadi Rp 22.484.044.458,34. %K Percepatan, Microsoft Project, Crashing Program %D 2021