<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Kurikulum Merdeka di SMA Negeri Sungai Penuh (Studi Kasus SMA Negeri 4 Sungai Penuh Kota Sungai Penuh)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Prasetiyo</mods:namePart><mods:namePart type="family">Prasetiyo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tujuan penelitian ini untuk, 1) mengetahui implementasi kurikulum&#13;
merdeka pada pembelajaran Geografi di SMA Negeri 4 Sungai Penuh, 2)&#13;
mengetahui kendala implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran Geografi&#13;
di SMA Negeri 4 Sungai Penuh, 3) memberikan solusi terhadap kendala&#13;
pengimplementasian kurikulum merdeka pada pembelajaran Geografi di SMA&#13;
Negeri 4 Sungai Penuh.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Penelitian ini&#13;
dilakukan di SMA Negeri 4 Sungai Penuh. Penentuan informan dilakukan dengan&#13;
menggunakan metode Purposive Sampling. Informannya 14 orang terdiri dari&#13;
kepala sekolah, waka kurikulum, waka kesiswaan, waka prasarana, waka SDM,&#13;
waka humas, guru Geografi dan murid kelas X yang dianggap mengetahui lebih&#13;
banyak informasi mengenai kurikulum merdeka dan dapat memberikan data yang&#13;
valid. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan&#13;
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian&#13;
data, dan verifikasi. Teknik keabsahan data menggunakan perpanjangan&#13;
pengamatan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa. 1) Implementasi kurikulum merdeka&#13;
dimulai dari pengajuan oleh kepala sekolah kepada dinas pendidikan kemudian&#13;
kepala sekolah dan perwakilan guru mengikuti pelatihan kurikulum merdeka.&#13;
Selanjutnya sekolah harus menyiapkan beberapa tahapan yang dimulai dari&#13;
sosialisasi, pelatihan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. 2) Ditemukan&#13;
kendala dan hambatan secara umum dalam tahapan implementasi kurikulum&#13;
merdeka. Sekolah kurang mendapatkan sosialisasi dan pelatihan, minimnya&#13;
anggaran dana, tidak terdapat kerangka panduan pelaksanaan kurikulum merdeka,&#13;
keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran, belum sesuainya mekanisme&#13;
kegiatan projek pancasila karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman dari&#13;
SDM/ Guru. 3) Solusi yang dapat dilakukan yaitu: menambah informasi bacaan,&#13;
mencari referensi terpercaya, meningkatkan akses pembelajaran, manajemen&#13;
waktu, skil yang memadai, anggaran pembiayaan, kesiapan SDM , dan menjalin&#13;
kerjasama</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">G Geography</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2023-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pdd Geografi FIS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>