%0 Thesis %9 Masters/Tesis %A Kamal, Zahara %A Universitas Negeri Padang, %B Pendidikan Sosiologi-Antropologi S2 UNP %D 2011 %F repounp:39773 %I Universitas Negeri Padang %K SENI PERTUNJUKAN LUAMBEK, KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT %T Eksistensi Seni Pertunjukan Luambek dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Nagari Kepala Hilalang Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman. %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39773/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan faktor-faktor penyebab eksistensi seni pertunjukan Luambek dalam kehidupan masyarakat nagari KepalaHilalang dan makna pertunjukan Luambek bagi masyarakat. Eksistensi seni pertunjukan Luambek ini diidentifikasi dari faktor internal dan eksternal, sedangkan makna yang dikandung dalam konteks prtunjukan Luambek berkaitan dengan makna denotatif dan konotatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Agar data yang dihimpun memiliki tingkat kepercayaan, peneliti bertindak sebagai instrumen utama penelitian. Untuk menjamin keabsahan data dipelukan teknik pemeriksaan data dengan cara perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Informan yang dipilih adalah unsur masyarakat yang terlibat langsung dengan aktivitas seni pertunjukan Luambek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari faktor internal, eksistensi seni pertunjukan Luambek dalam kehidupan sosial masyarakat nagari Kepala Hilalang didukung oleh beberapa faktor yaitu; Luambek merupakan seni pertunjukan rakyat, berperan dalam konteks helat nagari atau ‘Alek Pauleh’, serta berperan dan berfungsinya struktur sosial masyarakat nagari dan struktur organisasi Luambek baik dalam pembinaan maupun dalam pengelolaan. Sedangkan dari faktor eksternal terdapat tiga faktor yang cukup penting mengiringi faktor internal, yaitu membangun prestise individu dan prestise nagari, meningkatkan hubungan silaturahmi, serta membina rasa persatuan. Selanjutnya makna yang terkandung dalam seni pertunjukan Luambek baik dari sudut pandang makna denotatif maupun makna konotatif terlihat dari dua aspek utama, yaitu syarat-syarat pelaksanaan Alek Pauleh meliputi (manggatok pinang, managakkan laga-laga/pauleh, mamasang pakaian laga-laga/pauleh), dan prosedur pelaksanaan Alek Pauleh meliputi (etika menanti tamu, minta izin memainkan randai luambek, penyajian randai Luambek, minta izin memainkan Luambek, memilih janang, penyajian Luambek)