%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Afrizal, Ildayat Doni %A FT UNP, %B Teknik Sipil FT UNP %D 2013 %F repounp:39726 %I Universitas Negeri Padang %K Kualitas Air Sumur Gali %T Perbedaan Kualitas Air Sumur Gali dan Sumur Bor Perumahan Griya Cahaya 2 Gunung Sariak Kecamatan Kuranji Kota Padang %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39726/ %X Fenomena di lapangan menggambarkan bahwa jarak antara sumur dan tangki septik tidak memenuhi syarat, pada umumnya tangki septik dibuat dengan kontruksi seadanya, rembesan air tangki septik mengakibatkan pencemaran terhadap air bersih. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui parameter fisik air sumur diantaranya rasa, bau, warna, kekeruhan dan suhu, 2) mengetahui parameter mikrobiologi air sumur yaitu E-coli dan Koliform, 3) mengetahui parameter kimia air sumur diantaranya pH, kesadahan, nitrit. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan dan laboratorium, lokasi penelitian adalah perumahan Griya Cahaya 2 Gunung Sariak Kecamatan Kuranji Kota Padang, Sumber data primer dan sekunder, populasi dalam penelitian ini adalah semua sumur yang terdapat pada Perumahan Griya Cahaya 2 Gunung Sariak Kecamatan Kuranji Kota Padang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sistematik (systematic sampling) dengan cara membuat sistem grid yang dimodifikasi berdasarkan peta dasar penelitian ini. Metode pengumpulan data diambil dari literatur, observasi, wawancara, dan sampel. Teknik pengambilan sampel yang diambilkan dari sampel sumur gali dan sampel sumur bor. Teknik pemeriksaan sampel secara fisik, mikrobiologi, kimia dan teknik analisis data, hasil pengujian fisik, mikrobiologi dan kimia dibandingkan dengan Peraturan Menkes RI No. 429/Menkes/Per/IV/2010. Persyaratan kualitas air minum untuk dapat di simpulkan kelayakan air tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengujian tentang kualitas air sumur gali dengan sumur bor di dapatkan hasil uji fisik, mikrobiologi dan kimia membuktikan bahwa kualitas air sumur gali lebih tercermar dari pada sumur bor. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji laboratorium pada sampel air sumur gali 100% sampel air nilainya melebihi standar yang ditetapkan dalam PERMENKES yaitu pada pengujian koliform, E-coli dan nitrit. Sedangkan pada sampel air sumur bor terdapat nilai yang melebihi standar pada pengujian kekeruhan dan warna 43 %, koliform 57 %, E-coli 43 % dan nitrit 28,5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa air sumur gali lebih besar resiko tercemar oleh rembesan air tangki septik dibandingkan dari air sumur bor. Saran bagi masyarakat agar mempergunakan air sumur untuk keperluan sehari-hari selain untuk konsumsi, apa bila akan dikonsumsi juga maka air harus diolah terlebih dahulu.