%0 Thesis %9 Masters/Tesis %A Ramadani, Yolla %A Universitas Negeri Padang, %B Pendidikan Sosiologi-Antropologi S2 UNP %D 2013 %F repounp:39719 %I Universitas Negeri Padang %K TRADISI BAPENTEH, ACARA PERKAWINAN %T Tradisi Bapenteh dalam Acara Perkawinan pada Masyarakat Hiang, Kabupaten Kerinci. %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39719/ %X Tradisi bapenteh adalah tradisi membuat hiasan pada dinding rumah calon mempelai wanita dalam setiap acara perkawinan. Hiasan itu berbentuk kain panjang. Kain panjang yang digunakan adalah kain panjang yang berdasarkan katun dan bermotif batik dengan beraneka warna. Kain panjang ini akan dipasangkan pada dinding rumah pengantin perempuan yang berfungsi sebagai pelaminan dalam upacara perkawinan. Tradisi membuat pelaminan pada saat perkawinan masih dilaksanakan oleh masyarakat di beberapa daerah, salah satunya adalah masyarakat Hiang yang masih melaksanakan tradisi bapenteh sampai saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang bentuk proses pelaksanaan tradisi bapenteh pada masyarakat Hiang dan mengungkapkan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi bapenteh sehingga masih dipertahankan oleh masyarakat Hiang. Penelitian ini hendaknya bisa menjadi bahan informasi bagi semua pihak dalam rangka pelestarian budaya daerah Kerinci. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan penelitian terdiri dari tokoh-tokoh adat, dari segi karakteristik umurnya informan berusia 40-70 tahun baik itu informan pria maupun perempuan, keluarga yang pernah melaksanakan tradisi bapenteh, masyarakat biasa yang pernah mengikuti proses tradisi bapenteh, pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara dan lewat studi dokumentasi. Teknik menjamin keabsahan data dilakukan dengan terlibat langsung dalam penelitian, kesungguhan dalam mengamati dan dengan teknik triangulasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan mengadopsi langkah-langkah Spradley. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Masyarakat Hiang masih melaksanakan tradisi bapenteh karena tradisi bapenteh dinilai penuh makna. Adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya leluhur yang didukung oleh peraturan adat yang mengikat agar masyarakat tetap selalu melaksanakan tradisi bapenteh. Meskipun telah terjadi perubahan di beberapa aspek, namun perubahan ini tidak mengurangi nilai-nilai serta makna yang terkandung dalam tradisi bapenteh. Tradisi bapenteh masih tetap bertahan pada masyarakat Hiang dengan mengikuti perkembangan zaman. Tradisi bapenteh ini diyakini masyarakat sebagai lambang kesatuan kekeluargaan dimana dalam pelaksanaan tradisi ini bukan hanya kedua mempelai yang bersatu tapi juga seluruh anggota keluarga mereka juga terjalin dalam bapenteh tersebut. (2) Tradisi ini juga memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diantaranya nilai kekerabatan yang sangat erat dan nilai rasa tolong menolong antar sesama keluarga.