%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Shidiq, Gerza SW %A FIS UNP, %B Pendidikan Sejarah FIS UNP %D 2016 %F repounp:39606 %I Universitas Negeri Padang %T Kamaruddin Datuk Machudum: dari Pejuang Ke Pengusaha Hotel (1945-2002) %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39606/ %X Skripsi ini merupakan kajian Biografi tematis yang membahas tentang Kamaruddin Datuk Machudum dari seorang Pejuang Kemerdekaan hingga menjadi Pengusaha Hotel. Kajian dalam skripsi ini mendiskripsikan bagaimana kehidupan Kamaruddin datuk Machudum sebagai Pejuang Kemerdekaan hingga menjadi Pengusaha Hotel. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah mendiskripsikan kehidupan Kamaruddin Datuk Machudum selama menjadi Pejuang Kemerdekaan hingga menjadi Pengusaha Hotel. Dalam Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan yaitu: Pertama heuristik, yaitu mengumpulkan data dan sumber, baik data primer atau sekunder yang relevan dan berhubungan dengan Kamaruddin Datuk Machudum melalui studi pustaka dan wawancara dengan keluarga dan teman seperjuangan dari Pejuang Kemerdekaan hingga menjadi Pengusaha Hotel serta manajemen perhotelannya. Kedua kritik sumber yaitu melakukan pengujian data melalui kritik eksternal dan internal. Ketiga menganalisa dan menginterpretasikan data yang di dapatkan. Keempat mendeskripsikan data dalam bentuk penulisan ilmiah (skripsi). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perjalanan hidup Kamaruddin Datuk Machudum sebagai pejuang kemerderdekaan sarat dengan perjuangan. Kamaruddin berhenti menjadi guru di Lubuk sikaping dan masuk Giyu gun, pada 1946 Kamaruddin terkabung ke dalam BKR yang setelah itu berubah menjadi TKR. Kamaruddin ikut berperang melawan Agresi Militer Belanda I dan Agresi Militer Belanda II dan Kamaruddin adalah tokoh hidup peristiwa Situjuah pada masa PDRI. Setelah Indonesia mendapatkan kemerdekaan yang utuh Kamaruddin memilih untuk mengajukan pensiun pada tahun 1951. Berhenti dari dunia militer Kamaruddin menjalani dunia bisnis dan bisnis pertama yang di jalani Kamaruddin adalah perdagangan sapi dan usaha Otobus. Namun, itu tidak berjalan lama karena pada tahun 1954 Kamaruddin mulai menjalakan usahanya di bidang perhotelan. Setelah 4 tahun usaha itupun fakum karena peristiwa PRRI hotel milik Kamaruddin di duduki Tentara Pusat sementara Kamaruddin pada waktu itu ikut menjadi pejuang PRRI yang berjuang di Payakumbuh. Ketika para tokoh PRRI memutuskan untuk menyerahkan diri, Kamaruddin malah memilih untuk melarikan diri ke Aceh, Kamaruddin kemudian tertangkap dan dipenjarakan disana. Pada tahun 1972 Kamaruddin kembali dan mengurus untuk mendapatkan hotel miliknya tapi kosekuensi yang harus diterima Kamaruddin adalah rela melepaskan satu hotel miliknya demi pembiayaan selama pengurusan. Kamaruddin lalu merenovasi Machudum’s hotel dan berhasil menjadikan Machudum’s Hotel menjadi Hotel berbintang. Kamaruddin menghembuskan nafas terkhirnya pada tanggal 3 Agustus 2002