%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Primaretmi, Dewi %A FIP UNP, %B Pdd. Guru PAUD FIP UNP %D 2015 %F repounp:39508 %I Universitas Negeri Padang %K Kemampuan Berhitung, Pendidikan Anak Usia Dini, Taman Kanak-kanak Darul Hasanah, Permainan Edukatif, Piramida Kotak Angka, Literasi Numerasi, Psikologi Perkembangan, Strategi Pembelajaran Kreatif, PAUD %T Peningkatan Kemampuan Berhitung melalui Permainan Piramida Kotak Angka di Taman Kanak-kanak Darul Hasanah Bayang Pesisir Selatan %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39508/ %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan berhitung anak, anak belum mampu mengenal konsep angka, anak belum mampu mengurutkan angka sesuai urutannya, media yang digunakan guru kurang menarik, metode yang digunakan guru kurang bervariasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana permainan piramida kotak angka dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak di Taman Kanak-kanak Darul Hasanah Bayang Pesisir Selatan. Penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas dan memperbaiki proses pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah kelompok B1 di Taman Kanakkanak Darul Hasanah Bayang Pesisir Selatan, dengan jumlah anak 15 orang yang terdiri dari 6 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan. Prosedur penelitian ini dilaksanakan secara bersiklus yaitu dua siklus, pelaksanaan siklus I tiga kali pertemuan dan siklus II tiga kali pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil tindakan dapat dinyatakan bahwa terjadinya peningkatan kemampuan berhitung anak melalui permainan piramida kotak angka, dalam menyebutkan urutan bilangan 1-10, menunjukkan lambang bilangan 1-10, menghubungkan konsep bilangan dengan lambang bilangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I kemampuan berhitung anak sudah meningkat namun belum mencapai keriteria ketuntasan minimum (KKM), dan pada siklus II menunjukan bahwa kemampuan berhitung anak mengalami peningkatan dari sebelumnya dan sudah mencapai standar keriteria ketuntasan minimum (KKM) yang telah ditetapkan.