%T Perubahan Tata Ruang, Fungsi dan Interior pada Rumah Gadang Studi Kasus: Rumah Gadang Sungai Baringin Payakumbuh. %I Universitas Negeri Padang %L repounp39455 %A Suwita Suwita %X Penelitian ini dilaksanakan di Kenagarian Sungai Baringin Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota Propinsi Sumatra Barat. . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan: Bentuk tata ruang, fungsi dan interior rumah gadang Sungai Baringin Payakumbuh dan mendiskripsikan tentang perubahan Tata ruang , fungsi ruang dan interior Metode Penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif yang dikembangkan oleh Spradley. Data penelitian dengan pengamatan lansung, observasi, wawancara, perekaman dokumentasi pada rumah gadang Sungai Baringin, selanjutnya data dikumpulkan dari sejumlah informan yang terdiri dari pemukapemuka adat dan tokoh-tokoh masyarakat, pemilik rumah gadang serta pihak pengelola rumah. Untuk keabsahan data dilakukan observasi pada objek dengan sumber terpercayaan dan melakukan perbandingan dan dikomfirmasikan. Temuan penelitian adalah : 1. Tata Ruang rumah gadang yaitu: a. Pada tata ruang bilik, terdapat pada lanjar pertama dengan jumlah dua bilik sedangkan bilik yang lain hanya simbolis terdapat pintu – pintu kamar saja tanpa adanya bilik, kemudian bilik juga terdapat pada kolong rumah berbeda dengan rumah gadang tradisi yang menempatkan bilik pada lanjar bilik dengan berderet dengan jumlah yang ganjil .kemudian perubahan juga ditemukan pada lanjar b. Bandua dibuat setengah dari lebar lanjar bilik berbeda dengan rumah tradisi yang memiliki bandua sama besar dengan lanjar bilik kemudian pada lanjar bandua dan labuah tepi disatukan karna tidak ada tiang pembatas yang berderet yang membentuk lanjar labuah gajah dan labuah tepi. Pada kolong rumah terdapat ruang-ruang makan, ruang keluarga, ruang makan,kamar tidur ,kamar mandi, dapur dan kantor untuk pengelola. 2. Perubahan fungsi ruang dalam Rumah gadang Sungai Baringin pada Bilik bersifat simbolis kecuali bilik pada kolong rumah, kemudian labuah tengah atau labuah tepi berfungsi sebagai tempat makan bajamba bagi tamu hotel yang datang berkunjung juga tempat acara adat seperti malam bainai yang bersifat serimonial, berbeda dengan rumah gadang tradisi bahwa fungsi labuah gajah adalah sebagai tempat Bundo kanduang mendididk anak juga tempat ninik mamak meberi nasehat dan bimbingan pada kemenakanya disamping tempat acara adat bermusawarah dan lain-lain. Kolong rumah berfungsi sebagai tempat aktivitas keluarga dimana ada ruang makan kamar tidur dan ruang keluarga dan dapur. Sedangkan pada rumah gadang Tradisional ruang kolong adalah ruang yang lepas tanpa ada penyekat ruang berfungsi sebagai tempat memelihara hewan ternak dan tempat menyimpan alat-alat pertanian. 3. Interior disesuaikan dengan selera dan gaya hidup penghuninya, dengan bentuk pola yang baru kemudian ornament tersebut dijadikan sebagai ornament interior. Berbeda dengan interior ruang rumah gadang tradisional dimana, belum ada pengelohan interior. %K TATA RUANG, INTERIOR, RUMAH GADANG %D 2013