%0 Thesis %9 Masters/Tesis %A Suwempri, Suwempri %A Universitas Negeri Padang, %B Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-S2 UNP %D 2011 %F repounp:39452 %I Universitas Negeri Padang %K KEBANGKITAN KEMBALI, PARTAI KOMUNIS INDONESIA %T Kebangkitan Kembali Partai Komunis Indonesia 1949-1955. (Peranan Pemimpin PKI dalam Membangun dan Mengembangkan Partai). %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/39452/ %X Penelitian ini membahas tentang kebangkitan Partai Komunis Indonesia setelah pemberontakan PKI di Madiun 1948 sampai pemilu 1955. Penelitian ini melihat peranan pemimpin PKI dan kondisi yang melingkupi bangsa Indonesia setelah pemberontakan PKI Madiun 1948 sampai pemilu 1955. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui apa saja cara pemimpin PKI membangun kembali partai setelah memberontak tahun 1948? Mengetahui strategi pemimpin PKI dalam membangun dan mengembangkan partai? Serta mengetahui kondisi yang melingkupi negara Indonesia setelah pemberontakan PKI Madiun berpengaruh terhadap bangkit dan berkembangnya PKI. Metode penelitian adalah metode penelitian sejarah. Dimulai dari pengumpulan data (heuristik) yaitu mencari dokumen, surat kabar dan majalah serta buku-buku yang berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia. Setelah data terkumpul, kemudian dilakukan kritik sumber, memilah-milah berdasarkan kategori atau fokus penelitian, dan mendeskripsikannya dalam bentuk tulisan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh PKI yang berperan membangun dan mengembangkan partai setelah pemberontakan Madiun 1948 diantaranya Alimin, Aidit, Lukman, Njoto dan Sudisman. Dimasa kepemimpinan Alimin usaha yang dilakukan antara lain: membentuk sekretariat Comite Central sementara, menghidupkan Partai Sosialis, menghapus citra buruk partai, membangun partai kader, dan menerapkan strategi infiltrasi kedalam organisasi massa. Dimasa kepemimpinan Aidit, Lukman, Njoto dan Sudisman, usaha yang dilakukan antara lain: membangun struktur organisasi, menjadikan PKI sebagai partai massa yang berkualitas, menyatukan semua potensi komunisme, merehabilitasi partai dan tokoh-tokoh yang terlibat dalam pemberontakan PKI Madiun, dan menerapkan strategi kanan yakni menjalin kerjasama dengan berbagai kekuatan massa atau menggalang front persatuan nasional. Krisis politik dalam negeri, serangan Agresi Militer Belanda II dan sikap pemerintah yang tidak tegas dalam menghukum PKI selaku partai yang memberontak memberi keuntungan bagi PKI dan situasi ini dimanfaatkan oleh tokoh-tokoh PKI untuk membangun kembali PKI dari kehancuran. Berkat usaha yang dilakukan pemimpin PKI, maka PKI dapat memperoleh kemenangan dalam pemilihan umum tahun 1955.